wartamerdeka.com

Rab 23 07 2014

Last update04:21:56 PM GMT

Kita Berada di: Warta Nasional 1 Politik Dr. Hasan Karman, SH, MM, Mantan Walikota Singkawang: Para Tokoh Bangsa Jangan Saling Menghujat
Keliru
  • JFolder::create: Could not create directory

Dr. Hasan Karman, SH, MM, Mantan Walikota Singkawang: Para Tokoh Bangsa Jangan Saling Menghujat

  • PDF

Perlu Dikedepankan Semangat  Rekonsiliasi Nasional

JAKARTA (wartamerdeka.com) - Para tokoh bangsa, termasuk para calon presiden, saat ini, mestinya jangan saling mencaci maki atau menghujat. Sebagai tokoh anutan masyarakat, para tokoh bangsa ini diimbau lebih menonjolkan semangat kebangsaan dan mengedepankan rekonsiliasi nasional.

 

“Para tokoh bangsa harus memberi contoh kepada masyarakat, untuk tidak saling menghujat atau mencaci maki, meskipun bersaing berkaitan dengan Pemilihan Umum 2014,”kata  Dr. Hasan Karman, SH, MM, mantan Walikota Singkawang yang kini tercatat sebagai calon anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Barat kepada wartamerdeka.com, Minggu pagi (12/1/2014).

Berkaitan dengan hal itu, dia merasa salut dan kagum dengan sosok Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina dan calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). “Bayangkan saja. Meski beliau sering diterpa macam-macam fitnah dan isu-isu menyesatkan seperti Tragedi Mei 1998, beliau tetap tegar menghadapinya. Tak pernah terdengar beliau mencela atau menuding pihak-pihak tertentu yang memfitnah dirinya,”ujar pria kelahiran Singkawang   6 Agustus 1962 ini.

Dikatakan oleh caleg yang diusung Partai Gerindra ini, situasi bangsa, saat ini memang sedang tidak menguntungkan. Rakyat seperti dikotak-kotakkan dan tokoh-tokoh tertentu kelihatannya lebih mementingkan diri sendiri. “Kita memerlukan figur pemimpin seperti Prabowo yang sangat ingin terjadi rekonsiliasi nasional. Tanpa rekonsiliasi dan kerukunan, tak mungkin bangsa kita bisa melanjutkan pembangunan yang benar. Saya kira Prabowo sangat cocok sebagai tokoh pemersatu bangsa,”tambah lulusan Fakultas Hukum Universitan Indonesia tahun 1988 ini.

“Karakter Prabowo sangat mumpuni, sangat menyejukkan. Di samping terkenal cerdas, beliau juga dikenal santun, tegas dan berwibawa.  Beliau lebih mementingkan kepentingan dan kerukunan bangsa daripada kepentingan pribadinya. Bahkan, beliau tak segan-segan membela anak bangsa yang sedang dilanda masalah di negeri orang, seperti ditunjukkan saat membela Wilfrida Soik, Tenaga Kerja Wanita  yang terancam hukuman mati di Malaysia,”tandasnya. (Aris)

DISQUS MENYIAPKAN RUBRIK KOMENTAR INI