wartamerdeka.com

Jum 25 04 2014

Last update12:21:34 PM GMT

Kita Berada di: Warta Daerah 1 Jawa Barat Desa Cihanjawar Purwakarta Menyimpan Potensi Wisata Alam dan Religi

Desa Cihanjawar Purwakarta Menyimpan Potensi Wisata Alam dan Religi

 

MATA air bendungan pemandian kuda di Desa Cihanjawar

PURWAKARTA (wartamerdeka.com)- Desa Cihanjawar,Kecamatan Bojong,Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat di samping memiliki nilai sejarah, juga pemandangan alamnya  sangat indah,sehingga Desa Cihanjawar dapat dijadikan obyek wisata alam dan wisata religi (ziarah).

 

Desa Cihanjawar juga sering disebut Cinyawar mengandung beberapa pengertian yaitu, Cinyawar yang berasal dari kata Ci dan Nyawar, Ci atau cai artinya Air dan Nyawar artinya tawar,jadi Cihanjawar berarti Air tawar yang mengalir disungai yang warnanya bening.rasa hambar dan dan dingin serta bersumber dari Gunung Burangrang,sehingga sungainya dikenal dengan nama sungai Cinyawar dan Sungai Ciherang.

Atau bisa juga istilah Ci atau Air yang melambangkan kesejahtraan atau berkah dan Mawar berarti bewara atau pemberitahuan kepada khalayak ramai,sedangkan wawarisan berarti berkumpul beramai-ramai di jalan persimpangan untuk melakukan ritual.

Jadi Cihanjawar itu adalah tradisi masyarakat untuk melakukan Doa bersama kepada Allah SWT dengan cara hajat luar atau hajat wawar yang dilaksanakan di persimpangan jalan,dengan tujuan untuk mengharapkan kesejahtraan dan keselamatan,baik didunia maupun di akherat.

Menurut kepala Desa Cihanjawar, Enuh Nurhayat (50) tahun, istilah Cinyawar digunakan oleh Ayah Angrum karena beliau orang yang membuka dan menempati kampung Cihanjawar sampai akhir hayatnya. "Beliau juga masih termasuk darah keturunan Pajajaran,karena itu diberi julukan nama Ayah Angrum yang memang masih mempunyai garis keturunan dengan Prabu Siliwangi," ujarnya.

Menurut Enuh, Ayah dalam bahasa Sunda disebut Kakek yang artinya Orang tua yang mempunyai kedudukan sebagai tokoh masyarakat dan Julukan Ayah juga diberikan kepada kepala adat yang biasanya memiliki kelebihan dan keahlian yang pengaruhnya selalu dituruti oleh anggota masyarakat, misalnya dalam meminpin upacara adat.

Sedangkan istilah Angrum menurutnya, berasal dari nama tanaman yang buahnya selalu dibuat manisan."Dahulu nama Angrum diberikan Orang yang mempunyai keturunan darah biru,seperti Kian Santang,putra dari Prabu Siliwangi yang diambil dari nama tanaman, Sancang yang hidupnya mengapung atas air,sehingga Kian Santang terkenal dengan ilmu berjalan di atas air," katanya.

Semenjak kepemimpinan Ukah pada tahun 1923,Desa Cihanjawar diintegrasi atau digabung dengan Desa Depok menjadi satu Desa yaitu Desa Pasanggrahan,yang pusat pemerintahannya dikampung Depok.

Pada tahun 1982 Desa Pasanggrahan kembali dimekarkan sewaktu jabatan Kepala Desa di pimpin Taupik Oman Surahman,menjadi dua Desa yaitu Desa Pasanggrahan dan Cihanjawar,dengan pembagian daerahnya yaitu Desa Pasanggrahan meliputi,kampong Pasanggrahan, Depok Tengah, Tajur dan Cihanjawar Kolot. Sedangkan Desa Cihanjawar meliputi,kampung Cihanjawar Babakan,Cihanjawar Kolot, Cihanjawar Gunung,Cilotod,Tegal Heas,Nanjung Sarana,Sukajaga dan Bojong Kambang.

Sedangkan untuk kepemimpinannya pada saat itu,Desa Pasanggarah dijabat oleh Muhidin dan Desa Cihanjawar dijabat oleh A.Ruslan. Untuk wilayah Desa Cihanjawar yang tadinya dari kecamatan Wanayasa, kini menjadi kecamatan Bojong, kabupaten Purwakarta.

Berikut Nama-Nama Kepala Desa Cihanjawar (Pasanggrahan) yang pernah dan sedang memangku jabatannya Yaitu,1.Enur Nursiyah (1861-1895),2.Lamhaen (1895-1916),3.Multaen (1916-1921),4.Haji Tohir (1921-1923),5.Ukah (1923-1925),6.WiraPraja(1925-1942),7.Aminta (1942-1959),8.M.Abidin (1959-1974),9.U.Syarifudin (1974-1976),10.Fahrudin (1976-1977),11.Taofik Oman Surahman (1978-1984),12.A.Ruslan (1892-1984),13.Jahri Piratna (1984-2003) dan 14.Enuh Nurhayat (2003-2008 sampai sekarang.

Semenjak berdirinya Kampung Cihanjawar,yang lokasinya terletak di sebelah Selatan suku Gunung Burangrang.  Desa Cihanjawar memiliki potensi dan nilai Sejarah yang sangat berarti untuk generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Desa Cihanjawar selain memiliki pemandangan yang sangat indah, gunung yang menjulang tinggi,pepohonan yang menghijau,pesawahan juga sungai yang airnya sangat bening dan juga ditambah lagi bersuhu dingin dan udaranya sangat sejuk,sehingga tidak heran banyak Orang berkunjung ke Cihanjawar untuk menikmati keindahan alamnya.

Selain untuk Refresing,Desa Cihanjawar sering di jadikan untuk Berkemah,tamsya,Karya Wisata,Observasi dan Berjiarah.

Selain untuk kegiatan yang bersifat ilmiah dan refresing,banyak juga para pengunjung yang datang dengan tujuan untuk berziarah,yang mengandung nilai-nilai budaya yang dilakukan secara turun-temurun.

Adapun pelaksanaan Ziarahnya yaitu,(1).Berziarah ke makam-makam Prajurit Mataram diantaranya, Makam Embah Panim,Embah Dengkun dan makam Eyang Samin. (2). Berziarah ke tempat Keramat seperti,Batu Tulis yang terletak di daerah gunung Buranggang terdapat Prasasti yang bertuliskan huruf Arab dan juga Air Cikubang tempat Ngabungbang, yang dipakai mandi pada malam setiap tanggal 14 Mulud yaitu pada Bulan Purnama dan juga tempat mandi untuk meraih ilmu kesaktian.(A-cing)

 

DISQUS MENYIAPKAN RUBRIK KOMENTAR INI