banner 728x90
Daerah  

Air Mata Bahagia Warnai Peresmian Rumah BSPS di Gowa, Hamka B Kady: Ini Tentang Harapan Rakyat

Hamka
banner 120x600

GOWA – Suasana haru menyelimuti peresmian Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025 di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Seorang ibu penerima bantuan tak kuasa menahan air mata saat rumah sederhana yang selama ini ditempatinya akhirnya berubah menjadi hunian layak dan nyaman.

Peresmian tersebut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady yang turun langsung meninjau hasil pembangunan rumah warga penerima manfaat program BSPS dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Hamka menegaskan bahwa program BSPS bukan sekadar pembangunan rumah, melainkan bentuk nyata kepedulian negara terhadap masyarakat kecil.

“Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum dan air mata haru masyarakat yang akhirnya bisa tinggal di rumah yang layak,” ujar Hamka B Kady saat memberikan sambutan.

Ia mengungkapkan, rumah yang sebelumnya hanya berupa rumah panggung dengan kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi bangunan permanen yang jauh lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

“Sebuah rumah yang dulunya berdinding bambu dan jauh dari kata nyaman, kini telah berubah menjadi rumah batu yang kokoh dan layak huni,” katanya.

Menurut politisi Partai Golkar asal Dapil Sulsel I tersebut, bantuan BSPS tidak hanya menghadirkan perubahan fisik bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman dan optimisme baru bagi keluarga penerima manfaat.

“Bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan, rasa aman, dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat,” tambahnya.

Momen paling menyentuh terjadi ketika pemilik rumah menyampaikan rasa syukur secara langsung kepada Hamka B Kady. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Saya berterima kasih sekali sama Bapak karena dengan adanya bantuan ini saya bisa menempati rumah lebih nyaman lagi dari sebelumnya,” ungkapnya lirih.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya rumah yang ditempati hanyalah rumah panggung sederhana yang kondisinya sudah tidak layak. Kini, keluarganya bisa menikmati tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.

Tak hanya itu, warga tersebut juga berharap program bantuan rumah layak huni dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat kurang mampu yang terbantu.

“Semoga Bapak bisa menurunkan lagi lebih banyak bantuan kepada masyarakat di sini,” harapnya.

Dalam dialog bersama warga, Hamka menjelaskan bahwa bantuan BSPS yang diterima mencapai Rp20 juta termasuk biaya tukang. Namun, melalui partisipasi swadaya masyarakat dan tambahan dana pribadi keluarga, pembangunan rumah akhirnya bisa berkembang hingga mencapai sekitar Rp40 juta.

“Kita harapkan masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah di dalam membangun rumahnya sendiri sehingga menjadi layak dan enak ditempati,” jelasnya.

Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program BSPS di berbagai daerah.

Program BSPS sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program tersebut, pemerintah mendorong masyarakat agar ikut terlibat aktif dalam proses pembangunan rumah secara swadaya.

Peresmian rumah BSPS di Desa Bone menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Bagi keluarga penerima manfaat, rumah baru itu bukan hanya bangunan semata, tetapi simbol kehidupan baru yang lebih bermartabat dan penuh harapan.