WMC|| Sampang – Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar S.T, dan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, bersama Forkopimda Ikuti kegiatan Senam Kerukunan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang digelar di Alun-Alun Wijaya Kusuma (Trunojoyo) Sampang, (06/01/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang ini berlangsung sejak pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh berbagai unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, organisasi perempuan, serta ratusan peserta dari lintas elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Sampang H. Fandi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama serta memperkokoh persatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Sampang.

Atas nama Kemenag Sampang, saya mengucapkan selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Semoga jajaran Kemenag, khususnya di Kabupaten Sampang, senantiasa istiqamah dalam pengabdian, menjaga harmoni kehidupan beragama, serta menjadi pilar penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Fandi.
Ia menekankan bahwa kegiatan Senam Kerukunan tidak hanya berdampak pada kesehatan jasmani, tetapi juga memiliki makna simbolik yang kuat sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan, dan sinergi lintas elemen masyarakat tanpa sekat perbedaan.

“Senam Kerukunan ini bukan sekadar olahraga, tetapi simbol kebersamaan. Kita bergerak bersama, seirama, tanpa memandang perbedaan. Inilah gambaran Indonesia yang rukun dan damai,” tegasnya.
Lebih lanjut, pak Fandi menyoroti tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, sebagai pengingat bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama bagi terciptanya stabilitas sosial dan keberhasilan pembangunan.
“Kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan. Tanpa kerukunan, sulit mewujudkan ketenteraman dan stabilitas. Tanpa itu pula, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, namun juga pembangunan mental dan spiritual. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sampang sangat membutuhkan sinergi yang kuat dengan Kementerian Agama dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
“Sinergi dengan Kementerian Agama sangat strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama dan toleransi. Dengan itu, pembangunan di Kabupaten Sampang dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan,” pungkasnya.
gat








