banner 728x90

Ketua Komisi VII DPR RI Apresiasi Kesiapan PLN Berikan Pasokan Listrik Selama Ramadan dan Idul Fitri 2024

Pln
banner 120x600

Makassar – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi kesiapan PLN dalam memberikan pasokan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 2024. Perusahaan listrik ini menekankan prinsip zero accident (nihil kecelakaan) dalam kerja-kerja yang dilakukannya.

PLN juga akan membuat posko siaga yang terdiri dari 1.562 posko, serta menurunkan sejumlah personil siaga sejumlah 20.130 untuk sistem Sulbagsel (Sulawesi Bagian Selatan). Selain itu, “Menjelang hari besar lebaran Idul Fitri insyaallah akan berlangsung. Tadi saya tekankan tidak boleh ada namanya biarpet, harus ada namanya zero accident dan insyaallah akan terus menerus kita kontrol,” ujar Sugeng usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Makassar, Rabu (20/3/2024).

Adapun menurutnya kawasan Sulawesi Selatan cukup fenomenal di bidang energi terbarukan. “Di sini sebetulnya adalah 40% sudah pakai energi terbarukan dengan adanya Poso dan sebagainya, Sulawesi ini menantang bagi kelistrikan, karena permintaannya tinggi,” ungkap Sugeng

Seperti yang diketahui, tingkat konsumsi listrik cenderung meningkat selama Ramadan. Hal yang sama juga berlaku pada Hari Raya Idulfitri, dimana terjadi peningkatan mobilitas sosial oleh masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Beban Puncak (BP) Nasional pada Hari Raya Idul Fitri 1445 H diproyeksikan tumbuh sebesar 4,9% dibanding tahun lalu atau sebesar 31.640 MW. Khusus di kawasan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Beban Puncak tertinggi pada periode siaga Idulfitri diproyeksikan mencapai 1773,95 MW.

Pada pemaparan materi yang diberikan oleh Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN UID Sulselrabar, dinyatakan bahwa proyeksi kondisi pasokan daya seluruh sistem selama Periode Siaga Kelistrikan RAFI 1445 H secara umum dalam kondisi aman.

Sugeng mengatakan, terkait tingginya mobilitas jelang Idul Fitri tersebut, PLN perlu tingkatkan pengabdian demi menjaga kelancaran pasokan listrik. “Maka dalam konteks mobilitas sosial ini tidak bisa tidak, seluruh kemampuan-kemampuan PLN harus diabdikan bagi kelancaran ini semuanya,” pungkasnya. (ysm/aha)

(sumber)