banner 728x90

Longsor Terjang Dongko Trenggalek, Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material

Img 20260102 Wa0187
banner 120x600

 

WMC|| Trenggalek – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Trenggalek. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Dongko sejak Kamis sore (1/1/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat dini hari (2/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Curah hujan yang berlangsung berjam-jam tersebut memicu terjadinya bencana alam berupa tebing longsor di kawasan perbukitan Dongko.

Peristiwa longsor terjadi di RT 12 RW 03 Dusun Gondang, Desa Siki, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Material tanah dari tebing di samping rumah warga ambrol dan menimpa tembok samping rumah milik Darno, warga setempat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsoran tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah.

 

 

Img 20260102 Wa0188

Warga setempat menyebut hujan turun sangat deras disertai angin kencang sejak sore hari. Kondisi tanah yang labil akibat tingginya curah hujan diduga kuat menjadi faktor utama terjadinya longsor. Kejadian yang berlangsung pada malam hari itu sempat membuat warga sekitar panik.

Mendapat laporan dari masyarakat, Babinsa Desa Siki Koramil Dongko, Serda Sulistyo, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Ia langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran yang menutup area sekitar rumah korban.

Dengan peralatan seadanya, Serda Sulistyo bersama warga bahu-membahu menyingkirkan tanah dan bebatuan yang menimpa tembok rumah Darno. Proses pembersihan dilakukan hingga larut malam guna memastikan kondisi rumah aman dari potensi longsor susulan.

Kehadiran Babinsa di tengah warga terdampak bencana menjadi bukti nyata peran TNI yang selalu sigap dan hadir membantu masyarakat. Kekompakan serta keakraban antara TNI dan warga tampak jelas selama kegiatan kerja bakti berlangsung.

Serda Sulistyo menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Dongko memiliki karakter geografis perbukitan dan berada di dataran tinggi, sehingga rawan terjadi longsor saat hujan deras dengan durasi lama. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau longsor kecil, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” ujar Serda Sulistyo.

Sementara itu, Darno selaku pemilik rumah mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas respons cepat Babinsa dan kepedulian warga yang membantu membersihkan material longsor.

Peristiwa longsor ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Trenggalek. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana serta mempercepat penanganan di lapangan.(gat)