Jakarta||wartmerdeka.com – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa MI AL-ITTIHADIYAH di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara menjadi sorotan publik. Korban yang berinisial DLA (6tahun) mengalami luka serius hingga satu ibu jari tangan kanan nya putus.
Peristiwa tersebut beredar di media sosial setelah diketahui oleh sebagian orang-orang yang mengetahui musibah ini untuk memperlihatkan kondisi korban saat dirawat di rumah sakit.
Pada hari senin 19 Agustus 2026, sang ibu mengantar anak nya berangkat sekolah seperti biasa, Ketika ibu sang anak sudah pulang kerumah, ibu nya mendapatkan informasi bahwasannya anak nya (DLA) mengalami kecelakaan tangan terjepit pintu Gudang.
Sang ibu datang Kembali ke sekolah, namun saat sampai di sekolah tidak menemukan anak nya, dan hanya
diberitahukan oleh wali murid lain kalau anak nya sudah dibawa kerumah sakit
di IGD RSUD Cilincing, Jakarta Utara.
Di waktu yang bersamaan, Sang ibu pun segera menghubungi nenek nya DLA untuk datang ke sekolah bersama dengan Abang nya ibu korban untuk menanyakan detail kejadian dan meminta apakah ada rekaman cctv kejadian di TKP.
Ternyata dari fakta dilapangan dan berdasarkan keteramgan pihak Sekolah, di tempat kejadian tersebut, tidak ada CCTV. Atas kejadian ini, Pihak sekolah akan bertanggung jawab penuh atas pengobatan korban(DLA). Namun, sampai saat ini sang ibu(Dea) melakukan pengobatan hanya dibantu oleh Kartu BPJS Kesehatan, dan untuk biaya obat juga lainnya yang tidak di tanggung oleh BPJS sang ibu menanggung sendiri.
Menurut Keterangan Dokter dari hasil pemeriksaan seharusnya jempol tangan kanan korban (DLA) harus diambil tindakan amputasi,jika tidak segera di amputasi maka nyawa DLA terancam bahaya.ucap Dea
Kami masih menunggu respon dan pertanggung jawaban adari pihak Sekolah sampai saat ini. Kami juga sempat meminta kepada pihak sekolah untuk dipertemukan dengan orang tua murid dari permasalahan ini, namun pihak sekolah hanya membawa wali kelas dari kelas 1- kelas 3 dengan mengatakan kalau para siswa sudah ditanya dan hanya memperoleh keterangan kalau DLA itu jatuh bukan terjepit.
Sehingga keluarga korban meminta bantuan kepada ibu Yosi Rustiani S,H MH, Ketua LBH JSB Indonesia untuk mendapatkan pendampingan hukum dalam menyelesaikan kasus putus nya jari korban yang berusia 6 tahun.
Menurut ibu korban, sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak kejadian pada Rabu (19/8/2026) dan baru diperbolehkan pulang pada Minggu (23/8/2026) bulan lalu.








