WMC|| Bojonegoro – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dipastikan telah kembali normal dan aman digunakan, setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang disertai hujan deras.
Kerusakan tersebut terjadi ketika cuaca ekstrem melanda wilayah Bojonegoro. Angin kencang menyebabkan sejumlah genteng di atap gedung bergeser, sehingga air hujan masuk melalui celah atap dan merembes ke bagian plafon. Kondisi itu mengakibatkan sebagian plafon ruang paripurna ambrol.
Beruntung, kejadian tersebut terjadi di luar jam kegiatan DPRD sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak mengganggu jalannya agenda kedewanan.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menegaskan bahwa seluruh kerusakan telah ditangani dengan cepat dan saat ini gedung DPRD sudah dapat difungsikan kembali secara normal.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi gedung DPRD saat ini sudah dibenahi dan kembali seperti sedia kala. Kerusakan yang terjadi sebelumnya murni disebabkan oleh angin puting beliung,”ujar Abdullah Umar.
Ia menjelaskan, pergeseran genteng akibat angin kencang menjadi penyebab utama masuknya air hujan ke dalam bangunan.
“Angin puting beliung membuat beberapa genteng bergeser. Air kemudian masuk lewat plafon dan menyebabkan plafon ambrol. Begitu kejadian, langsung kami lakukan penanganan,” jelasnya.
Pasca kejadian, DPRD Bojonegoro bersama sekretariat dan dinas teknis terkait segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan genteng yang bergeser, pengeringan area terdampak, hingga penggantian plafon yang rusak.
“Genteng sudah diperbaiki, plafon yang rusak juga sudah diganti. Saat ini seluruh ruangan aman dan bisa digunakan kembali,” tegas Abdullah Umar.
Meski sempat terjadi kerusakan, Abdullah Umar memastikan bahwa kinerja dan pelayanan DPRD kepada masyarakat tidak terganggu. Selama proses perbaikan, kegiatan rapat dan agenda kedewanan tetap berjalan dengan penyesuaian tempat.
“Kami pastikan seluruh agenda DPRD tetap berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, karena itu menjadi prioritas kami,” ucapnya.
Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Bojonegoro untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk pengecekan rutin kondisi atap dan struktur bangunan gedung publik.
DPRD juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir, serta memastikan bahwa Gedung DPRD Bojonegoro berada dalam kondisi aman, terkendali, dan siap digunakan untuk mendukung tugas-tugas legislatif.( red//tim)








