banner 728x90

Tumpukan Sampah Menggunung di Depan Kantor Desa Sipungguk, Warga Geram dan Desak Dinas Kebersihan Turun Tangan.

Img 20260120 Wa0084
banner 120x600

KAMPAR, SALO, Wartamerdeka.com – Pemandangan memprihatinkan tersaji tepat di depan Kantor Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Tumpukan sampah terlihat menggunung dan dibiarkan berhari-hari tanpa penanganan, hingga menimbulkan bau menyengat dan merusak wajah kantor pemerintahan desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Mawardi.

Img 20260120 Wa0085

Kondisi ini sontak memicu keresahan warga. Sampah rumah tangga bercampur limbah plastik tampak berserakan, sebagian bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ironisnya, lokasi tersebut berada persis di pusat pelayanan masyarakat desa.

 

“Ini sangat memalukan. Kantor desa seharusnya menjadi contoh kebersihan, bukan justru menjadi tempat tumpukan sampah,” ujar salah seorang warga Sipungguk yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/01/2026).

 

Selain mengganggu pemandangan, warga mengeluhkan bau tak sedap yang menusuk hidung, terutama pada siang hari. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, apalagi bagi warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar kantor desa.

 

Warga pun mempertanyakan perhatian pemerintah desa terhadap persoalan kebersihan lingkungan. Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya serius untuk membersihkan atau mengangkut sampah tersebut.

 

“Kalau kantor desa saja tidak terurus, bagaimana dengan lingkungan warga? Kami minta Dinas Kebersihan Kabupaten Kampar segera turun tangan sebelum sampah ini menimbulkan penyakit,” tegas warga lainnya dengan nada kesal..

 

Warga mendesak Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar agar segera mengerahkan armada pengangkut sampah ke lokasi tersebut. Mereka menilai pembiaran ini mencerminkan lemahnya koordinasi antara pemerintah desa dan instansi terkait.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sipungguk Mawardi belum memberikan keterangan resmi terkait tumpukan sampah di depan kantor desa yang dipimpinnya. Warga berharap ada tindakan cepat dan nyata, bukan sekadar janji.

 

Masyarakat menegaskan, persoalan sampah bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan dan citra pemerintahan desa di mata publik. (Tim)