banner 728x90

Dave Laksono Apresiasi Upaya Kemlu Lindungi 386 WNI di Iran di Tengah Ketegangan Regional

Ang 4
banner 120x600

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyambut baik upaya yang dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dalam melindungi keselamatan 386 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran di tengah situasi keamanan yang dinamis akibat gelombang protes dan ketegangan di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan Dave dalam keterangannya kepada media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Menurut Dave, langkah Kemlu yang intens memantau perkembangan kondisi dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran menunjukkan komitmen negara untuk menjamin hak dan keselamatan WNI di luar negeri. Ia juga menilai respons cepat pemerintahan presiden dan arahan yang diberikan ke perwakilan RI di Iran sebagai bentuk nyata perlindungan negara terhadap warga negaranya di luar negeri.

Data terbaru yang dirilis Kemlu menyatakan bahwa 386 WNI di Iran masih dalam kondisi aman meskipun situasi protes yang tengah berlangsung telah memicu kekhawatiran internasional. Pemerintah RI juga menyiapkan berbagai mekanisme kontinjensi dan saluran komunikasi bagi WNI untuk selalu dapat terhubung dengan KBRI Teheran jika menghadapi situasi darurat.

Situasi yang memanas di beberapa kota besar Iran seperti Teheran, Qom, dan Isfahan membuat Kemlu terus meningkatkan pemantauan. Dalam rilisnya, pihak Kemlu mengimbau WNI di Iran untuk tetap waspada, menghindari kerumunan massa, serta selalu menjaga komunikasi dengan perwakilan RI setempat jika diperlukan.

Lebih jauh, Dave juga menekankan pentingnya kesiapan diplomasi dan koordinasi antar lembaga pemerintah dalam menghadapi dinamika kondisi luar negeri yang bisa berubah cepat, baik terkait protes dan konflik regional maupun potensi risiko terhadap WNI Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan fokus DPR dan pemerintah dalam menjamin hak-hak warga negara Indonesia yang berada di luar negeri di tengah ketidakpastian geopolitik global.