Tim gabungan Search and Rescue (SAR) akhirnya berhasil menemukan **seluruh korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan setelah operasi pencarian selama tujuh hari, pada Jumat (23/1/2026). Total 10 jenazah korban yang berada di dalam pesawat telah berhasil ditemukan di lokasi kecelakaan yang berada di medan pegunungan terjal.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengatakan bahwa korban terakhir ditemukan sekitar pukul 08.59 Wita, sehingga seluruh korban telah berhasil diidentifikasi maupun dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang bekerja bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Meski begitu, korban terakhir ditemukan dalam kondisi tidak utuh, karena medan yang ekstrem dan lokasi jurang yang dalam.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan sandi “sapu bersih” untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di area kejadian, termasuk pencarian barang-barang berharga dan data penting di puing pesawat.
Sebelumnya, tim SAR telah menemukan sebagian jenazah dan puing pesawat serta menyerahkan sejumlah korban yang sudah teridentifikasi kepada keluarga mereka, termasuk Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari, dan Deden Maulana, salah satu penumpang, yang telah diserahkan kepada pihak keluarga di Makassar untuk proses pemakaman.
Kecelakaan terjadi ketika pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang membawa 10 orang (termasuk kru dan penumpang) jatuh di kawasan pegunungan tersebut saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pencarian dan penyelidikan masih terus dilakukan guna mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tragis ini.





