WMC||Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat malam (27/2/2026) sejak pukul 19.45 WIB hingga 21.20 WIB memicu bencana tanah longsor yang merusak bagian dapur rumah milik warga. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Banaran, Desa Terbis, setelah intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan perbukitan di wilayah selatan Kabupaten Trenggalek.
Material longsor dilaporkan menimpa tembok dapur rumah milik Eko Supeno, warga RT 10 RW 05 Dusun Banaran, hingga menyebabkan bagian bangunan tersebut ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan pada dapur rumah korban cukup signifikan akibat tertimbun tanah dan material longsoran dari tebing di belakang rumah.

Merespons kejadian itu, unsur TNI dari Koramil 0806-11/Panggul bersama tim gabungan segera turun ke lokasi pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Bati Wanwil Koramil 0806-11/Panggul Serma Suhardjo bersama anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Panggul serta relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) melakukan kerja bakti membersihkan material tanah yang menutup area dapur rumah korban.
Dengan menggunakan peralatan sederhana, petugas bersama warga setempat bergotong royong menyingkirkan tumpukan tanah, batu, dan sisa material bangunan yang menimpa dapur rumah Eko Supeno. Kegiatan tersebut merupakan bentuk respon cepat aparat bersama relawan untuk mempercepat proses penanganan serta membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana.
Serma Suhardjo menegaskan bahwa TNI bersama tim gabungan BPBD akan selalu hadir dan siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi bencana alam di wilayah binaan.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami dari TNI bersama tim gabungan BPBD akan selalu hadir dan siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana alam di wilayah binaan,” ujar Serma Suhardjo.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu pergerakan tanah. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa maupun petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor di lingkungan sekitar.
Setelah proses pembersihan material longsor selesai, Serma Suhardjo bersama BPBD Kecamatan Panggul dan relawan KSB turut menyalurkan bantuan bagi keluarga Eko Supeno berupa paket sembako dan peralatan dapur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
red /tim





