banner 728x90
Daerah  

Dankodiklatal Buka Dankodiklatal Buka Rasko 2026, Tekankan Penguatan SDM Unggul untuk Dukung TNI AL dan Indonesia Maju 2026, Tekankan Penguatan SDM Unggul untuk Dukung TNI AL dan Indonesia Maju

Img 20260305 Wa0119
banner 120x600

 

WMC|| TNI AL. Kodiklatal. Surabaya, 5 Maret 2026;Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah didampingi Wakil Komandan (Wadan) Kodiklatal Laksda TNI Singgih Sugiarto secara resmi membuka Rapat Staf dan Komando (Rasko) Kodiklatal Tahun 2026, yang digelar di Gedung Moeljadi Kodiklatal, Surabaya, Kamis (5/3/2026).

Img 20260305 Wa0122

Rapat yang mengusung tema “Kodiklatal Menyiapkan SDM Unggul Guna Mendukung TNI AL dalam Mewujudkan Indonesia Maju dan Berdaulat” ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dua arah antara pimpinan Kodiklatal dengan para Direktur, Kasatker, serta para Komandan Komando Pelaksana di lingkungan Kodiklatal.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus membahas berbagai permasalahan yang dihadapi satuan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana penyampaian arah kebijakan pimpinan nasional, mulai dari Presiden RI, Menteri Pertahanan, Panglima TNI hingga Kepala Staf Angkatan Laut.

Img 20260305 Wa0121

Dalam sambutannya, Dankodiklatal menyampaikan penekanan Presiden RI terkait Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Presiden menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan syarat mutlak bagi kesinambungan pembangunan nasional, termasuk menjaga ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI menekankan pentingnya implementasi strategi pertahanan defensif aktif dalam kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Selain itu, seluruh komponen pertahanan diharapkan meningkatkan kepekaan terhadap spektrum ancaman baru, serta memperkuat upaya menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut.

 

Img 20260305 Wa0120

Panglima TNI juga memberikan penekanan agar seluruh jajaran TNI responsif terhadap perkembangan situasi strategis melalui deteksi dini, langkah pencegahan, dan reaksi cepat. Selain itu, strategi pertahanan nasional harus diwujudkan melalui penerapan konsep pertahanan pulau besar dan gugusan pulau strategis guna memperkuat stabilitas kawasan, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam keamanan regional.

Adapun Kepala Staf Angkatan Laut menegaskan bahwa kekuatan pertahanan laut bertumpu pada tiga variabel utama, yakni alutsista, sumber daya manusia (SDM), dan organisasi. Pengembangannya harus berorientasi pada pencapaian tugas operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) agar pertahanan negara tetap terjaga.

Selain itu, Kasal juga menekankan pentingnya implementasi one gate policy secara konsisten dalam pengelolaan anggaran, percepatan peningkatan profesionalisme prajurit TNI AL, serta mendorong berbagai inovasi dan kreativitas untuk mendukung kebijakan dan program pemerintah di berbagai bidang.

 

Img 20260305 Wa0123

Dankodiklatal berharap melalui pelaksanaan Rasko ini dapat terbangun kesamaan visi, komitmen, serta langkah strategis di seluruh jajaran Kodiklatal dalam meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan dan latihan prajurit TNI AL. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan forum ini sebagai sarana evaluasi yang konstruktif guna memperkuat profesionalisme prajurit, meningkatkan kualitas SDM yang unggul, adaptif, dan berkarakter, sehingga mampu mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara serta mewujudkan Indonesia maju.

Demikian berita Dinas Penerangan Kodiklatal.
[5/3 15.14] Gatot axs: Dankodiklatal Buka Rasko 2026, Tekankan Penguatan SDM Unggul untuk Dukung TNI AL dan Indonesia Maju

WMC||TNI AL. Kodiklatal. Surabaya, 5 Maret 2026;Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah didampingi Wakil Komandan (Wadan) Kodiklatal Laksda TNI Singgih Sugiarto secara resmi membuka Rapat Staf dan Komando (Rasko) Kodiklatal Tahun 2026, yang digelar di Gedung Moeljadi Kodiklatal, Surabaya, Kamis (5/3/2026).

Rapat yang mengusung tema “Kodiklatal Menyiapkan SDM Unggul Guna Mendukung TNI AL dalam Mewujudkan Indonesia Maju dan Berdaulat” ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dua arah antara pimpinan Kodiklatal dengan para Direktur, Kasatker, serta para Komandan Komando Pelaksana di lingkungan Kodiklatal.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus membahas berbagai permasalahan yang dihadapi satuan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana penyampaian arah kebijakan pimpinan nasional, mulai dari Presiden RI, Menteri Pertahanan, Panglima TNI hingga Kepala Staf Angkatan Laut.

Dalam sambutannya, Dankodiklatal menyampaikan penekanan Presiden RI terkait Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Presiden menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan syarat mutlak bagi kesinambungan pembangunan nasional, termasuk menjaga ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI menekankan pentingnya implementasi strategi pertahanan defensif aktif dalam kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Selain itu, seluruh komponen pertahanan diharapkan meningkatkan kepekaan terhadap spektrum ancaman baru, serta memperkuat upaya menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut.

Panglima TNI juga memberikan penekanan agar seluruh jajaran TNI responsif terhadap perkembangan situasi strategis melalui deteksi dini, langkah pencegahan, dan reaksi cepat. Selain itu, strategi pertahanan nasional harus diwujudkan melalui penerapan konsep pertahanan pulau besar dan gugusan pulau strategis guna memperkuat stabilitas kawasan, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam keamanan regional.

Adapun Kepala Staf Angkatan Laut menegaskan bahwa kekuatan pertahanan laut bertumpu pada tiga variabel utama, yakni alutsista, sumber daya manusia (SDM), dan organisasi. Pengembangannya harus berorientasi pada pencapaian tugas operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) agar pertahanan negara tetap terjaga.

Selain itu, Kasal juga menekankan pentingnya implementasi one gate policy secara konsisten dalam pengelolaan anggaran, percepatan peningkatan profesionalisme prajurit TNI AL, serta mendorong berbagai inovasi dan kreativitas untuk mendukung kebijakan dan program pemerintah di berbagai bidang.

Dankodiklatal berharap melalui pelaksanaan Rasko ini dapat terbangun kesamaan visi, komitmen, serta langkah strategis di seluruh jajaran Kodiklatal dalam meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan dan latihan prajurit TNI AL. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan forum ini sebagai sarana evaluasi yang konstruktif guna memperkuat profesionalisme prajurit, meningkatkan kualitas SDM yang unggul, adaptif, dan berkarakter, sehingga mampu mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara serta mewujudkan Indonesia maju.
Demikian berita Dinas Penerangan Kodiklatal.

red/tim