banner 728x90
Hukum  

Gempa M 6,4 Guncang Tenggara Pacitan, Getaran Kuat Dirasakan Warga Hingga Magelang

Img 20260206 014057
banner 120x600

MAGELANG – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Samudera Hindia di selatan Jawa pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Meskipun pusat gempa berada di laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.

​Kronologi dan Parameter Gempa
Gempa terjadi tepat pada pukul 01:06:10 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 8,99 LS-111,18 BT. Lokasi tersebut berada di laut pada jarak 90 km arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman sangat dangkal yakni 10 kilometer.

Guncangan dilaporkan merambat cukup jauh hingga ke wilayah Jawa Tengah. Di Kota Magelang, warga merasakan guncangan yang cukup signifikan pada pukul 01:07 WIB, atau sesaat setelah gempa terjadi di pusatnya.

​”Getarannya terasa cukup kuat dan mendadak, membuat pintu dan jendela berderit. Banyak warga yang sempat terbangun karena terkejut,” ujar salah satu warga di Magelang.

Berdasarkan peta guncangan (shakemap), wilayah Magelang masuk dalam kategori intensitas II-III MMI (terasa nyata di dalam rumah, seakan ada truk berlalu).

Mengingat kedalaman gempa yang dangkal (10 km), energi yang dilepaskan terasa cukup kuat di permukaan. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena hasil pemodelan menunjukkan bahwa energi tersebut tidak cukup besar untuk memicu gelombang tsunami.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa baik di titik terdekat (Pacitan) maupun di wilayah terdampak seperti Magelang.

​BMKG Mengimbau Masyarakat Untuk:

• ​Hindari bangunan yang retak: Periksa kondisi rumah sebelum kembali beristirahat.

• ​Tetap tenang: Jangan terpengaruh oleh isu atau berita bohong (hoax) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

• ​Waspada gempa susulan: Meskipun kekuatannya biasanya lebih kecil, gempa susulan masih mungkin terjadi.

Abrian Tamtama