banner 728x90

Kades Mantan Wartawan Nyalon Bupati Lebak Lewat Jalur Independen

Img 20240506 Wa0014
banner 120x600

 

Banten, – Rafik Rahmat Taufik, Kepala Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak kini mulai jadi pembicaraan di kalangan masyarakat, menyusul kesiapan dirinya maju sebagai satu-satunya bakal calon bupati (Bacalon) Bupati Lebak periode 2024-2029 dari jalur independen.

Sejumlah baliho dan pamflet ukuran foto raksasa Rafik Rahmat Taufik dengan tagline “Kita Bikin Romantis” ini tampak menghiasi jalan jalan protokol di Kota Rangkasbitung dan sejumlah jalan di Kecamatan di Kabupaten Lebak.

Mantan wartawan ini menyatakan kesiapan dirinya maju sebagai bakal calon (Bacalon) orang nomor satu di Kabupaten Lebak ini adalah ingin membawa perubahan yang siginifikan di daerah yang dikenal dengan suku Baduy nya dan sejarah Multatuli tersebut

“Visi dan misi saya tidak muluk muluk. Saya ingin tanah kelahiran saya ini maju dan bisa bersaing dengan daerah lain yang lebih dahulu maju, terutama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak,” kata Rafik yang juga sebagai sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten, kepada Wartawan, Ahad (05/05/2024).

Bermodalkan jejaring yang luas dengan pemerintahan pusat dan daerah, ditambah pengalaman sebagai jurnalis dan kepala desa, serta banyaknya dukungan yang datang dari berbagai kalangan, termasuk para kepala desa, tokoh masyarakat, ulama, dan stakeholder lainnya, dirinya memberanikan diri untuk maju melalui jalur independen.

“Kenapa saya memilih jalur independen? karena saya ingin berkoalisi dengan rakyat, dan akan menjadi petugas rakyat bukan petugas partai,” ucapnya.

Kendati memilih jalur independen, bukan berarti dirinya anti dengan partai politik, sebab bagaimanapun juga nanti setelah terpilih menjadi bupati, dirinya sebagai kepala daerah tetap akan memerlukan partai politik sebagai mitra sejajar pemerintah. “Pokoknya semua akan kita bikin romantis,” imbuhnya.

Rafik mengatakan, potensi daerah di Kabupaten Lebak yang memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2,9 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini hanya 450 miliar setahun ini, masih banyak yang bisa digali untuk menambah pundi-pundi PAD, seperti dari sektor pariwisata pantai, budaya dan wisata alam yang belum digarap secara maksimal.

Selain itu, hasil tambang dan pertanian juga akan dapat menambah PAD, ditambah daerahnya yang dekat dengan Jakarta itu kini telah memiliki akses transportasi KRL (Kereta Rel Litrik), dan tol Serang-Panimbang yang langsung ke akses tol Tangerang-Merak, menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Lebak. “Kita akan permudah investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Lebak nantinya,” kata Rafik.

Untuk memujudkan dirinya maju sebagai calon independen dalam Pilkada Lebak, Rafik mengaku timnya kini sedang mengumpulkan ratusan ribu foto copy KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan pernyatan dukungan dari pemilik KTP di seluruh kecamatan sebagai syarat untuk bisa maju melalui jalur independen.

“Saya optimistis persyaratan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan akan dapat terpenuhi, melihat antusiasnya masyarakat dalam memberikan dukungan kepada saya,” tegasnya.

Terpisah, Rudi, Kasubag Teknis Penyelenggaraan Pemilu pada KPU Lebak menyatakan, untuk calon Bupati jalur perseorangan atau independen, bakal calon yang akan mendaftar harus memenuhi syarat minimal dukungan dan sebaran dukungan. Diantaranya, harus memililiki prosentase dukungan paling sedikit 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yakni 1.048.643 suara, sehingga dibutuhkan jumlah dukungan minimal sebanyak 68.162 buah KTP yang tersebar minimal di 15 Kecamatan. ()