banner 728x90

Yakesma Malut Kolaborasi Bersama Dosen THP Unkhair Lakukan Pengabdian Masyarakat Cegah Risiko Stanting di Halbar

Yakesma Pengabdian Stanting Halbar 2024
Foto: Pose Tim dan Peserta Kegiatan Sosialisasi di Dusun Bangko Halmahera Barat
banner 120x600

WMC I JAILOLO — Yakesma Maluku Utara dan Dosen Teknologi Hasil Pertanian (THP) Univesitas Khairun melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan skema PKM Upaya Pencegahan Faktor Risiko Stunting Pada Balita Melalui Sosialisasi Pengolahan Makanan Berbasis Ikan di Dusun Bangko Halmahera Barat, Sabtu (20/7/2024). Tim Dosen THP Unkhair yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Yakesma Maluku Utara Abu Rahmat Ibrahim, beserta tim pelaksana pengabdian diantaranya Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc dan Nurjanna Albaar, STP., M.Si.

Di Indonesia sendiri stunting menjadi salah satu Program Prioritas Nasional dengan target penurunan prevalensi stunting 14% pada Tahun 2024. Permasalahan stunting dan berbagai kondisi kekurangan gizi lainnya dapat menimbulkan risiko terhambatnya pertumbuhan fisik dan tingginya tingkat kerentanan anak terhadap penyakit. Selain itu, risiko stunting juga dapat menghambat perkembangan kognitif yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak-anak (Badan Pusat Statistik dan Kementerian Kesehatan, 2023).

Dari letak wilayah Dusun Bangko merupakan salah satu dusun yang ada di Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat. Prevalensi anak bawah dua tahun (baduta) yang memiliki status gizi pendek dan sangat pendek pada tahun 2018 adalah 44,3%. Kabupaten Halmehera Barat menduduki ranking pertama jumlah anak baduta stunting dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Maluku Utara. Prevalensi anak bawah lima tahun (balita) yang memiliki status gizi pendek dan sangat pendek tahun 2018 adalah 35,26%. Kabupaten Halmahera Barat menduduki ranking ke enam untuk persentase anak balita stunting dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Maluku Utara.

Dari rilis yang diterim media wartamerdeka.com Program pengabdian ini bertujuan melatih Ibu yang memiliki balita agar mampu mengolah ikan menjadi makanan utama bagi balita dengan jenis olahan ikan yaitu untuk usia 6-18 bulan dapat mengolah bubur ikan pisang, sedangkat untuk balita dapat membuat rolade ikan. Salah satu tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini ingin melakukan pencegahan terhadap penyebab stunting dari pola konsumsi dengan memberikan sosialisasi pencegahan risiko dan pengolahan makanan berbasis ikan di Dusun Bangko, Jailolo Timur, Kabutapen Halmahera Barat.

Abu Rahmat Ibrahim, selaku Kepala Cabang Yakesma Malut kepada media wartamerdeka.com menyampaikan Kolaborasi kemitraan dalam kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menyusun menu dan mengolah bahan pangan lokal berbasis ikan sebagai upaya pencegahan stunting pada anak balita dalam rangka penurunan angka stunting di Maluku Utara.

Kegiatan ini diawali dengan pengisian pre-test, kegiatan sosialisasi pengenalan resiko stantng dan pengolahan makanan berbasisi ikan yang kemudian di akhiri dengan post tes, yang diikuti diantaranya 20 Orang dari Ibu-ibu dan 5 orang diantaranya bapak-bakap. (wmc.rn)