TAKALAR – Upaya menghadirkan terang di wilayah kepulauan terus diperjuangkan. Anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan I, Hamka B. Kady, secara langsung menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk mendorong percepatan elektrifikasi di Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.
Pertemuan berlangsung di kediaman Bahlil di Jakarta, Minggu (14/9/2026), dalam suasana silaturahmi. Turut hadir Sekjen DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji.
Dalam pertemuan itu, Hamka membawa aspirasi spesifik warga pesisir. Ia meminta pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan akses listrik melalui program SuperSUN atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk empat desa yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal.
Empat desa yang dimaksud adalah Desa Maccini Baji, Desa Balangdatu, Desa Rewataya, dan Desa Mattirobaji.
Menurut Hamka, persoalan listrik di Tanakeke bukan hanya soal lampu menyala di malam hari. Lebih dari itu, energi adalah fondasi utama untuk menggerakkan pendidikan, layanan kesehatan, hingga ekonomi masyarakat kepulauan.
“Ini tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat Sulsel. Aspirasi dari pulau harus sampai ke pusat dan harus ada solusi konkret,” tegas politisi senior Partai Golkar tersebut.
Aspirasi itu mendapat respons langsung dari Bahlil. Di hadapan Hamka, Menteri ESDM tersebut langsung melakukan panggilan telepon kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan untuk menginstruksikan tindak lanjut usulan elektrifikasi empat desa di Tanakeke.
Hamka mengapresiasi gerak cepat tersebut dan menilai ini bukti bahwa suara masyarakat dari wilayah terluar dan kepulauan tetap didengar pemerintah pusat.
“Terima kasih kepada Ketua Umum, Pak Bahlil yang langsung merespons dan menelepon Dirjen Gatrik. Ini semangat kekaryaan Golkar yang sesungguhnya, mendengar, bertindak cepat, dan memberi solusi,” ujar Hamka.
Ia berharap instruksi tersebut tidak berhenti di meja birokrasi, melainkan segera terealisasi di lapangan. Kehadiran listrik diyakini akan menjadi titik balik peningkatan kualitas hidup warga Tanakeke.
“Listrik akan membuka akses. Anak-anak bisa belajar lebih baik, puskesmas bisa melayani lebih maksimal, ekonomi warga pesisir bisa tumbuh,” tutupnya.








