banner 728x90

UMKM Kota Batu Terus Berjuang Untuk Naik Kelas

1001434216 100kb
banner 120x600

|| Opini ||
Zaenal Arifin: Digitalisasi, Pendampingan dan Akses Pasar salah satu upaya untuk Menghasilkan Dampak Nyata

WMC||KOTA BATU — UMKM Kota Batu memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi daerah. Potensi tersebut secara bersama sama terus dilakukan upaya pengembangan, selain melalui pelatihan, seminar, bantuan alat, atau kegiatan seremonial.

Yang dibutuhkan pelaku UMKM adalah pendampingan yang berkelanjutan, akses pasar yang yang lebih luas, serta ukuran keberhasilan secara kuantitatif.

Pandangan tersebut disampaikan Zaenal Arifin, warga Kota Batu yang menunjukkan perhatian dan antusiasme tinggi dalam membantu perkembangan UMKM di Kota Batu.

Menurut Zaenal, perkembangan teknologi digital adalah peluang besar bagi UMKM. Marketplace, media sosial, website dan katalog digital dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar.

Dan tidak kalah penting, UMKM juga harus mulai membangun kekuatan sendiri.
“Marketplace tetap penting. Tetapi jangan sampai UMKM hanya bergantung pada marketplace. Ketika biaya platform dan potongan transaksi meningkat, pelaku usaha harus memiliki kanal pemasaran sendiri,” ujar Zaenal.

“Dari Grup WhatsApp Menuju Etalase Digital Bersama”

Persoalan sederhana yang masih sering terjadi adalah pemasaran produk yang tersebar di berbagai grup WhatsApp. Informasi produk muncul dan tenggelam begitu saja sehingga calon pembeli kesulitan menemukan produk UMKM yang dibutuhkan.

Menurut Zaenal, salah satu solusi yang bisa dikembangkan adalah katalog digital atau website bersama UMKM Kota Batu.

Semua produk dapat dihimpun dalam satu etalase digital. Pelaku usaha juga tetap dapat memiliki website atau kanal digital masing-masing.

Model tersebut mempunyai potensi yang signifikan, karena UMKM tetap mendapatkan manfaat dari marketplace, tetapi secara bertahap memiliki aset digital sendiri.

Omzet Naik dan Data sebagai bahan evaluasi dan strategi ke depan

Pelatihan TikTok dan media sosial memang dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk. Bahkan, terdapat testimoni pelaku UMKM yang mengaku usahanya berkembang setelah mendapatkan pendampingan.
Ada pula cerita UMKM yang berhasil mencapai omzet ratusan juta rupiah hingga mampu masuk pasar ekspor.
Namun, Zaenal dari testimoni ini, pihak yang berkepentingan mempunyai pekerjaan rumah dalam hal pendataan.
“Parameter dan indikator apa yang digunakan, dan bagaimana dampak sebelum dan sesudah pembinaan dan pendampingan,” jelasnya.

Kampus adalah mitra strategis, mahasiswa dan dosen menjadi Mitra Pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga dinilai memiliki potensi besar.

Program KKN dan pendampingan mahasiswa dapat diarahkan untuk membantu UMKM dalam pembukuan, branding, pemasaran digital, manajemen usaha, hingga pengembangan produk.

Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi menjadi bagian dari proses transformasi UMKM.
Pendampingan pembukuan oleh mahasiswa akuntansi, misalnya, dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan mereka secara lebih jelas.
Sementara mahasiswa dari bidang lain dapat membantu fotografi produk, desain kemasan, konten media sosial, hingga pemasaran digital.
Bantuan berupa sarana usaha seperti mesin produksi maupun perangkat pendukung digital juga dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Secara kuantitatif berapa UMKM yang Dibina, secara kualitatif berapa yang berhasil naik level dan naik kelas
Jika ada target 1.000 UMKM, berapa yang omzetnya meningkat? Berapa yang memiliki legalitas? Berapa yang memperoleh sertifikat halal? Berapa yang mampu masuk marketplace? Berapa yang mampu masuk pasar nasional? Dan berapa yang berhasil ekspor?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ukuran keberhasilan yang lebih substantif.
Ada perbedaan membina 1.000 UMKM dan mendampingi 500 UMKM yang kemudian benar-benar tumbuh dan mandiri.

Kota Batu Punya Modal untuk Membangun Ekosistem
Kota Batu memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, pertanian, kuliner, kerajinan dan ekonomi kreatif. Semua sektor tersebut memiliki hubungan erat dengan UMKM.
Karena itu, pengembangan UMKM akan bersinergi antar semua pihak
Pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, marketplace, media dan masyarakat dapat menjadi satu ekosistem yang saling memperkuat.

Zaenal Arifin melihat bahwa semangat masyarakat untuk membantu UMKM sangat luar biasa
Baginya, membantu UMKM bukan hanya memberikan bantuan ketika ada kegiatan, melainkan memastikan pelaku usaha mempunyai kemampuan untuk berdiri sendiri dan berkembang.

“UMKM Kota Batu siap untuk bersama sama membawa nama Kota Batu lebih mendunia”