banner 728x90
Daerah  

KKN UNIKAMA Petakan Wilayah dan Fasilitas Umum Baturetno

1001443187 100kb
banner 120x600

BATURETNO, SINGOSARI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) Tahun 2026 meluncurkan program unggulan MARK (Mapping dan Rekam Kependudukan Desa Baturetno) di Balai Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut memperkenalkan peta digital Desa Baturetno yang memuat batas wilayah empat dusun serta lokasi fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengelola data wilayah, meningkatkan pelayanan administrasi, sekaligus mendukung perencanaan pembangunan desa berbasis data.

Program MARK dipimpin Zidan Fariz Arrizqi, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIKAMA, sebagai penanggung jawab kegiatan.

Berawal dari Data yang Masih Manual

Program MARK lahir dari hasil observasi mahasiswa KKN di Desa Baturetno. Desa tersebut terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Lowokjati, Pakel, Nampes, dan Benel.

Dari hasil pengamatan, mahasiswa menemukan bahwa data kependudukan dan pemetaan wilayah masih banyak dikelola secara manual dan belum diperbarui secara menyeluruh.

Selain itu, belum tersedia peta digital yang dapat menunjukkan batas masing-masing dusun sekaligus lokasi fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN UNIKAMA membuat sistem pemetaan yang lebih mudah digunakan dan dapat membantu perangkat desa memperoleh informasi wilayah secara lebih cepat.

Mahasiswa Turun Langsung ke Lapangan

Dalam proses pembuatannya, tim MARK memanfaatkan citra satelit dan Google Maps sebagai data awal untuk mengidentifikasi batas wilayah dan lokasi fasilitas.

Mahasiswa kemudian turun langsung ke empat dusun untuk melakukan pengecekan. Mereka mencocokkan nama, lokasi, dan kondisi fasilitas dengan data yang tersedia di peta digital, sekaligus mengambil titik koordinat menggunakan GPS pada telepon seluler.

Data hasil survei kemudian diolah dan dimasukkan ke dalam portal informasi Desa Baturetno berbasis web.

Melalui sistem tersebut, batas dusun, lokasi sekolah, dan tempat ibadah dapat ditampilkan dalam bentuk peta digital yang lebih interaktif. Data juga dapat diperbarui kembali oleh perangkat desa apabila terjadi perubahan.

Sebelum menjadi data akhir, informasi mengenai lokasi dan nama fasilitas terlebih dahulu diverifikasi bersama kepala dusun dan perangkat Desa Baturetno.

Peta Digital Dilengkapi Simbol dan Warna

Untuk memudahkan masyarakat membaca peta, tim MARK menggunakan beberapa warna dan simbol.

Garis merah digunakan untuk menunjukkan batas wilayah masing-masing dusun. Sementara pin hijau bernomor 1 hingga 4 menunjukkan titik pusat masing-masing dusun.

Adapun pin berwarna kuning keemasan digunakan untuk menandai lokasi fasilitas pendidikan dan tempat ibadah pada peta detail setiap dusun.

Berikut ini adalah link akses website :

https://desa-baturetno.site.je/?i=1

1001443224 100kb

Gambar di atas adalah “Contoh Tampilan fitur menu sistem informasi geografis berbasis web”

Dengan adanya program MARK, mahasiswa KKN UNIKAMA berharap Desa Baturetno memiliki data wilayah yang lebih tertata, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pelayanan masyarakat serta perencanaan pembangunan desa ke depan.‌(kry)