MARTAPURA – Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi pelatihan kreatif yang diselenggarakan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kalimantan Selatan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi sabun berbahan dasar minyak jelantah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat mengubah barang yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.
Habib Aboe menyampaikan apresiasi tersebut saat menyoroti pelatihan produksi sabun mandi yang dilaksanakan bersama para ibu rumah tangga di RKI Kabupaten Banjar, kawasan Cindai Alus, Martapura (22/10). Ia menilai, inisiatif seperti ini perlu terus dikembangkan karena memberikan kesempatan bagi para ibu untuk membangun usaha produktif dari rumah.
“Saya mengapresiasi pelatihan kreatif yang dilakukan RKI Kalimantan Selatan. Mengubah minyak jelantah menjadi sabun merupakan salah satu bentuk kreativitas dalam meningkatkan nilai ekonomis suatu barang. Sesuatu yang sebelumnya dianggap limbah ternyata bisa memiliki nilai guna apabila diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat,” ujar Habib Aboe.
Ia mengatakan, kreativitas dan kemampuan melihat peluang menjadi semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang menuntut setiap keluarga untuk lebih cermat mengatur keuangan rumah tangga.
“Kita semua merasakan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak mudah. Kebutuhan rumah tangga semakin beragam, sementara kita harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Karena itu, kita perlu membangun kreativitas dan mencari peluang agar keluarga tidak hanya mampu menghemat pengeluaran, tetapi juga bisa mendapatkan tambahan pendapatan,” ungkap anggota DPR RI dapil Kalsel 1 tersebut.
Menurut Habib Aboe, pemberdayaan perempuan melalui kegiatan ekonomi produktif dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki dan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah, para ibu dapat mulai merintis usaha tanpa harus selalu bergantung pada modal besar maupun tempat usaha khusus.
“Saya sangat senang jika emak-emak bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan seperti ini. Bagi saya, pemberdayaan ekonomi keluarga bukan sekadar teori atau kegiatan seremonial. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini benar-benar bisa dipraktikkan, dikembangkan menjadi usaha, dan membantu menambah penghasilan keluarga,” tegasnya.
Habib Aboe berharap pelatihan yang diselenggarakan RKI tidak berhenti pada kegiatan belajar bersama, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan agar peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki peluang untuk dipasarkan.
Ia mendorong para peserta untuk mulai menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang wajar, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan jaringan pemasaran di lingkungan sekitar. Dengan perencanaan yang baik, usaha rumahan diharapkan dapat tumbuh secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing keluarga.
“Jangan takut memulai dari hal kecil. Kalau hari ini kita belajar membuat sabun, ke depan kita bisa belajar mengemas produk dengan baik, menghitung biaya produksinya, menentukan harga jual, dan memasarkannya. Usaha tidak harus langsung besar. Yang penting, ada kemauan untuk belajar, konsisten, dan terus memperbaiki kualitas,” kata anggota Komisi III DPR RI tersebut.
Ia menambahkan, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku juga menunjukkan pentingnya mengembangkan kreativitas yang memperhatikan lingkungan. Namun, ia mengingatkan bahwa proses pengolahan minyak jelantah menjadi sabun harus dilakukan dengan prosedur yang benar, memperhatikan keamanan bahan, serta memenuhi ketentuan yang berlaku, khususnya apabila produk akan dipasarkan sebagai sabun mandi.
“Potensi ekonominya harus kita dorong, tetapi keamanan juga tidak boleh diabaikan. Proses pembuatan dan hasil produknya harus benar-benar diperhatikan. Kreativitas harus berjalan bersama pengetahuan, kualitas, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Habib Aboe menilai RKI memiliki peran strategis sebagai ruang belajar dan pemberdayaan bagi para ibu rumah tangga. Melalui kegiatan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan penguatan jejaring, RKI diharapkan dapat membantu warga menemukan peluang ekonomi yang sesuai dengan potensi di lingkungan masing-masing.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak keluarga, sehingga semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan produktif dan keberanian untuk memulai usaha sendiri.
“Harapan kita, dari kegiatan seperti ini lahir usaha-usaha rumahan yang benar-benar berjalan. Mungkin awalnya sederhana, diproduksi dari rumah, dan dipasarkan kepada tetangga atau masyarakat sekitar. Tetapi kalau dikelola dengan baik, insyaallah bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” tutur mantan Sekjend PKS tersebut.
Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dari investasi besar. Kemampuan mengelola sumber daya, menemukan solusi kreatif, serta memanfaatkan peluang secara tepat dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Ketika emak-emak semakin berdaya, keluarga ikut merasakan manfaatnya. Kita ingin para ibu bukan hanya mampu mengelola kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkarya, menghasilkan pendapatan, dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Habib Aboe.








