banner 728x90

Bela Rakyat, Hamka B. Kady Dorong BMKG Pastikan Informasi Bencana Akurat

Screenshot 20260924 092721 Video Player
banner 120x600

JAKARTA – Akurasi informasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi potensi bencana. Informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan dibutuhkan agar pemerintah maupun masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi secara lebih baik. Karena itu, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady, mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kualitas sistem pengamatan dan memastikan seluruh peralatan yang digunakan berada dalam kondisi optimal.

Menurut Hamka, kualitas informasi yang disampaikan BMKG tidak dapat dilepaskan dari keakuratan alat yang digunakan untuk menghasilkan data. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengamatan berbagai kondisi meteorologi, klimatologi, maupun geofisika yang kemudian menjadi bahan informasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Nah, yang kami dorong ini adalah bagaimana tanggapan dari BMKG terhadap keakuratan daripada alat yang dimiliki, sehingga suplai informasi itu benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hamka seperti dikutip dari Instagram pribadinya.

Ia menilai persoalan akurasi harus menjadi perhatian serius karena informasi BMKG memiliki kaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Dalam situasi tertentu, informasi mengenai kondisi cuaca, potensi cuaca ekstrem, maupun fenomena alam dapat menjadi salah satu dasar bagi masyarakat untuk menentukan langkah kewaspadaan.

Hamka pun menekankan bahwa pemeliharaan peralatan tidak boleh diabaikan. Perangkat pengamatan yang terus digunakan membutuhkan perawatan secara berkala agar mampu menghasilkan data yang optimal. Menurutnya, modernisasi teknologi harus berjalan beriringan dengan kepastian bahwa peralatan yang telah dimiliki negara tetap berfungsi dengan baik.

“Sampai sekarang ini, saya kira tidak dapat dipercaya? Dan itu sudah terbukti semua. Jadi ini kira-kira kaitannya dengan informasi,” kata Hamka dalam menyampaikan sorotannya terhadap pentingnya memastikan keandalan perangkat yang digunakan untuk menghasilkan informasi.

Dorongan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian Komisi V DPR RI terhadap penguatan sistem mitigasi bencana. BMKG memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi yang menjadi salah satu rujukan pemerintah, dunia usaha, sektor transportasi, pertanian, kelautan, hingga masyarakat dalam menghadapi dinamika cuaca dan fenomena alam.

Bagi Hamka, informasi yang akurat tidak cukup hanya tersedia. Informasi tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat memiliki dasar yang kuat ketika mengambil keputusan. Terlebih Indonesia merupakan negara yang memiliki karakter geografis dan kondisi alam yang membuat kebutuhan terhadap sistem informasi kebencanaan menjadi sangat penting.

“Kita harapkan mendorong BMKG bagaimana memelihara alat-alat yang dimiliki agar supaya keakuratan 100% atau mendekati 100%,” tegas Hamka.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Hamka pada aspek yang sangat teknis namun memiliki dampak langsung terhadap kepentingan publik. Peralatan yang terpelihara dengan baik diharapkan mampu mendukung tersedianya data yang berkualitas, sementara data yang berkualitas menjadi salah satu fondasi dalam penyusunan informasi dan peringatan dini.

Dalam konteks kebencanaan, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko. Ketika masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipercaya, ruang untuk melakukan persiapan dan mitigasi menjadi lebih besar. Karena itu, penguatan sistem pengamatan BMKG juga perlu diikuti dengan penyampaian informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Hamka juga mendorong agar pengembangan teknologi BMKG tidak hanya berorientasi pada pengadaan perangkat baru. Peralatan yang sudah ada harus mendapatkan perhatian melalui pemeliharaan dan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, anggaran negara yang telah digunakan untuk membangun infrastruktur pengamatan dapat memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan.

“Ya kita harapkan mendorong BMKG bagaimana memelihara alat-alat yang dimiliki,” ujar Hamka, menegaskan kembali pentingnya aspek pemeliharaan dalam menjaga kualitas informasi yang diterima publik.

Pada akhirnya, perhatian terhadap akurasi informasi BMKG merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan keselamatan masyarakat. Dorongan Hamka B. Kady agar peralatan BMKG terus dirawat dan kualitas informasinya ditingkatkan menjadi pengingat bahwa sistem peringatan dini bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi berkaitan dengan kepentingan rakyat. Alat harus terawat, data harus akurat, informasi harus dapat dipertanggungjawabkan, dan masyarakat harus menjadi pihak yang memperoleh manfaat utamanya.