WMC, TERNATE – Harun Gafur mengapresiasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, dalam mendorong penguatan perhatian dan penghargaan terhadap profesi guru melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Akademisi sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), ini menurutnya, langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara menjadikan HGN 2026 sebagai momentum untuk mengangkat dedikasi dan pengabdian guru merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran tenaga pendidik dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai, perhatian terhadap guru tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial setiap tahunnya. Sebaliknya, penghargaan terhadap guru harus diwujudkan melalui kebijakan, perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta pemerataan akses pendidikan, terutama bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil dan kepulauan.
“Sebagai akademisi dan bagian dari institusi pendidikan tinggi, saya mengapresiasi langkah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang menjadikan peringatan Hari Guru Nasional 2026 sebagai ruang refleksi sekaligus bentuk penghormatan terhadap dedikasi para guru. Ini merupakan momentum penting untuk mengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pengabdian seorang guru,” ungkap Harun Gafur.
Diketahui, rangkaian kegiatan HGN 2026 secara resmi diluncurkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, di SMA Negeri 4 Ternate, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, tantangan pendidikan di Maluku Utara memiliki karakteristik tersendiri karena kondisi wilayah kepulauan. Persoalan akses transportasi, keterbatasan fasilitas pendidikan, distribusi tenaga pendidik, hingga kesenjangan layanan pendidikan masih menjadi perhatian yang membutuhkan kebijakan berkelanjutan.
“Guru yang mengabdi di wilayah kepulauan dan daerah terpencil memiliki tantangan yang tidak ringan. Mereka bukan hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Karena itu, perhatian dan penghargaan terhadap mereka harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap lima kategori penghargaan yang disiapkan panitia HGN 2026, yakni guru berprestasi, guru inspiratif, guru kreatif dan inovatif, guru berdedikasi, serta guru yang mengabdi di wilayah terpencil dan kepulauan. Selain itu menurut run, sapaan akrabnya, kelima kategori tersebut mencerminkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kreativitas, inovasi, ketulusan, dan pengabdian para guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Lebih lanjut, Harun berharap momentum HGN 2026 dapat menjadi titik penguatan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas di Maluku Utara.
Ia menegaskan, Fakultas Inovasi Pendidikan UNUTARA sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan kompetensi calon pendidik, inovasi pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan kami, perhatian terhadap guru tidak hanya hadir pada momentum Hari Guru Nasional. Harus ada keberlanjutan dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan fasilitas pendidikan, dan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Sebab, ketika guru diperhatikan dan diberdayakan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan generasi Maluku Utara,” tutup Harun.
Peringatan HGN 2026 di Maluku Utara diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara._ (wmc/red)












