banner 728x90

Adde Rosi di Hari Kesaktian Pancasila: Pancasila Harus Jadi Filter Generasi Muda Lebak-Pandeglang di Era Digital

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Setiap Tanggal 1 Oktober Merupakan Pengingat Bagi Seluruh El
banner 120x600

PANDEGLANG – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Hal itu ditegaskan Anggota DPR RI Dapil Banten I, Dr. Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si.

Politisi Partai Golkar yang kini mengemban amanah di Komisi X DPR RI dan juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Lebak ini menilai, tantangan pengamalan Pancasila hari ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu.

“Kalau dulu tantangannya adalah rongrongan ideologi secara fisik, hari ini tantangannya adalah perang pemikiran di ruang digital. Hoaks, ujaran kebencian, dan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila begitu mudah masuk lewat gawai anak-anak kita,” ujar Adde Rosi, Rabu (1/10/2026).

Karena itu, Anggota DPR RI dari Dapil Lebak-Pandeglang yang meraih 61.848 suara pada Pileg 2024 ini meminta Pancasila dijadikan sebagai filter dan benteng moral.

Menurutnya, implementasi Pancasila tidak harus dalam hal besar. Dimulai dari hal sederhana yang relevan dengan keseharian generasi muda Banten.

“Nilai Ketuhanan artinya toleransi antar umat beragama di Lebak-Pandeglang tetap terjaga. Nilai Kemanusiaan artinya kita peduli sesama. Nilai Persatuan artinya jangan mudah diadu domba di medsos. Nilai Kerakyatan artinya berani berdiskusi dan bermusyawarah. Nilai Keadilan Sosial artinya memastikan pembangunan dan pendidikan merata sampai pelosok Lebak dan Pandeglang,” jelasnya.

Adde Rosi juga mengajak seluruh kader Golkar, tokoh masyarakat, alim ulama, dan pemuda di Banten I untuk bersinergi mengawal nilai-nilai Pancasila demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Pancasila sudah teruji sebagai perekat bangsa yang beragam suku, agama, dan budaya. Tugas kita sekarang menjaganya agar tetap sakti, tetap relevan, dan tetap menjadi arah pembangunan nasional,” pungkasnya.