Warta merdeka.com Surabaya — Komitmen menghadirkan praktik demokrasi yang dekat, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat kembali ditunjukkan Muhaimin, S.H., M.M., anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, melalui kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Reses Tahun Sidang Kedua, Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa malam, 10 Februari 2026, bertempat di Warung Ku, Jalan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Pelaksanaan reses yang dikemas dalam suasana dialog santai namun bermakna ini menegaskan bahwa demokrasi tidak harus selalu hadir dalam ruang-ruang formal yang berjarak. Dengan memilih ruang publik sederhana berupa warung kopi, Muhaimin ingin menempatkan masyarakat sebagai subjek utama demokrasi bebas menyampaikan aspirasi, gagasan, serta kritik tanpa sekat formalitas dan hierarki kekuasaan.
Kegiatan penjaringan aspirasi ini menghadirkan narasumber HM Cheng Hoo Djadi Galajapo, serta dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Wonocolo, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna yang merepresentasikan Generasi Milenial dan Generasi Z. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat di tingkat lokal.
Partisipasi aktif generasi muda dalam forum reses ini menjadi pesan demokratis yang penting: masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan di bilik suara, tetapi dibangun melalui keterlibatan sadar dan berkelanjutan anak muda dalam ruang-ruang dialog publik. Generasi Milenial dan Gen Z diposisikan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif, Muhaimin memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan sosial kemasyarakatan yang dirasakan langsung oleh warga. Forum reses ini tidak semata menjalankan kewajiban konstitusional anggota dewan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran politik dan penguatan kesadaran demokrasi warga.
Muhaimin menegaskan bahwa Generasi Milenial dan Gen Z bukan hanya objek dari kebijakan publik, melainkan subjek utama perubahan sosial dan politik. Oleh sebab itu, keterlibatan mereka dalam forum resmi seperti reses merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kultur politik yang partisipatif, kritis, dan berorientasi pada solusi nyata.
Forum penjaringan aspirasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan politik dapat tumbuh secara alami, melalui dialog yang setara, saling mendengar, dan pertukaran gagasan yang konstruktif. dalam acaranya di awali dengan menyanyikan Lagu Indonesia raya
Aspirasi yang dihimpun dari warga dan generasi muda tersebut akan menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan serta pengawasan kinerja pemerintahan Kota Surabaya, khususnya dalam lingkup kerja Komisi A DPRD Kota Surabaya.
HM Cheng Hoo Djadi Galajapo menuturkan bahwa, kehadiran unsur Muspika dalam kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.
Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Reses di Warung Ku Wonocolo menjadi potret kecil demokrasi yang hidup dan bekerja: wakil rakyat hadir dan mendengar, masyarakat berbicara dan terlibat, serta generasi muda mengambil peran aktif. Inilah wajah demokrasi substantif yang tidak berhenti pada momentum pemilu, tetapi terus dirawat melalui dialog, keterbukaan, dan kehadiran nyata wakil rakyat di tengah masyarakat.
Djadi Galajapo juga mengatakan bahwa, melalui kegiatan penjaringan aspirasi ini, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pertanggungjawaban politik, tempat suara rakyat dikumpulkan, dihormati, dan diperjuangkan dalam ruang-ruang kebijakan.
“Demokrasi pun menemukan nadinya di meja warung, di tengah obrolan warga, dan dalam keberanian untuk saling mendengar demi masa depan bersama,” ujarnya,dan sebagai penutup dengan Doa di pimpin oleh KH.MAS ACHMAD NASROHUDIN (Ketua LPMK Sidosermo)





