banner 728x90

Semarak Budaya Kuliner Pandeglang, Adde Rosi: Borong UMKM Itu Cara Lestarikan Warisan Rasa

Screenshot 20261029 174414 Video Player
banner 120x600

PANDEGLANG  – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa tampil total saat menghadiri Semarak Budaya Kuliner di Pandeglang. Tidak hanya hadir, ia berkeliling, berdialog, mencicipi satu per satu, hingga memborong dagangan pelaku UMKM lokal.

“Kebudayaan bukan hanya tentang seni pertunjukan dan adat istiadat, melainkan juga warisan resep tradisi serta kekayaan kuliner lokal yang telah diturunkan dari generasi ke generasi,” tulis Adde Rosi dalam unggahan Instagram pribadinya.

Ia menegaskan, kuliner adalah representasi identitas dan wujud kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Keliling Stan, Satu Per Satu Diborong

Sejak tiba di lokasi, Adde Rosi yang mengenakan kebaya marun dan hijab kuning langsung disambut ibu-ibu pelaku UMKM. Suasana berlangsung hangat dan penuh canda.

Di stan Kopi Lokal Khas Pandeglang

Produksi Karang Taruna Juhut, ia berbincang soal proses sangrai dan giling kopi sebelum akhirnya meminta dibungkus.

Pindah ke stan Talas Beneng, dialog makin hidup. Pelaku UMKM menjelaskan proses pembuatannya dari awal:

Pelaku UMKM: “Disangrai dulu baru digiling… Dikupas, direndam sama air garam, terus… kalau buat ini dijemur dulu lalu dibikin kue, tepungnya itu.”

Adde Rosi: “Kalau talas beneng dengan terigu itu tahan lamanya lebih tahan lama mana Bu?”

Pelaku UMKM: “Kayaknya sama Bu. Sama.”
Adde Rosi kemudian membagikan cicipan kepada warga yang hadir.

“Ibu-ibu mau enggak? Ya sudah, Bu Ade Rosimah ngambil satu, sisanya ambil satu-satu ya.”

Usai mencicipi keripiknya, ia spontan berujar:

“Bismillahirrahmanirrahim, keripik talas beneng. Enak enggak? Mantap. Maknyus!”
Ia pun langsung memborong.

“Nah. Bungkus. Ini bungkus. Bungkus. Iya. Ini harus dibungkus. Bungkus lagi. Dua ah. Boleh. Buat suami satu.”

Dari Jojorong Sampai Brownis Cokelat

Di stan berikutnya, Adde Rosi menyapa pembuat Kue Jojorong yang masih mengepul di atas kukusan. Ia juga mencicipi Surabi yang disebutnya montok dan mengenyangkan:

“Ini Surabi… montok, bohay, pakai oncom, terbuat dari ketan beras, jadi insya Allah sehat dan mengenyangkan.”

Di stan Apem Putih / Apem Bohay Cimanuk dan Brownis Talas Beneng, ia kembali memberikan testimoni jujur:

“Nggak terlalu manis, jadi buat yang punya penyakit diabet pas ini cocok. Sudah gitu empuk ya, empuk. Ini dikasih rasa cokelat, jadi bisa diganti-ganti rasanya sesuai selera.”

Berbagai sajian lain yang diborongnya di antaranya Apem Putih, Angeun Lada, Otak-Otak, Pasung, dan aneka jajanan tradisional lainnya.

Cultural Economy

Menurut Adde Rosi, memborong UMKM bukan sekadar belanja, melainkan komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kebudayaan.

“Ketika kita melariskan produk UMKM lokal, kita tidak hanya menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha kecil, tetapi juga ikut melestarikan warisan rasa dan identitas budaya Pandeglang.”

Ia pun mengajak masyarakat untuk bangga, beli, dan promosikan produk serta kuliner khas daerah sendiri.