banner 728x90

Kecam Serangan Israel ke Lebanon dan Palestina yang Bisa Gagalkan Gencatan Senjata, HNW: Dunia Internasional Harusnya Bersatu Mengucilkan Israel

Wawancara Khusus Hidayat Nur Wahid 20250221 170643
banner 120x600

JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyuarakan kecaman keras terhadap meningkatnya serangan militer Israel di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lebanon dan Palestina. Ia menilai aksi tersebut berpotensi merusak peluang perdamaian yang mulai terbuka pasca kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/4/2026), Hidayat menilai serangan yang terjadi justru dilakukan di saat dunia internasional tengah berharap pada stabilitas baru. Ia menyebut tindakan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memperburuk ketegangan geopolitik global.

Menurutnya, agresi yang terus berlangsung, baik di Lebanon maupun wilayah Palestina seperti Gaza dan Tepi Barat, mencerminkan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ia menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan tanpa respons tegas dari komunitas global.

Hidayat juga menyoroti pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, yang mengkritik tindakan Israel sebagai sesuatu yang tidak dapat ditoleransi. Ia mendukung langkah negara-negara Eropa untuk mempertimbangkan peninjauan ulang kerja sama dengan Israel sebagai bentuk tekanan politik.

Lebih lanjut, ia mendorong negara-negara di kawasan Timur Tengah, khususnya negara-negara Teluk, untuk mengevaluasi kembali hubungan diplomatik dengan Israel. Menurutnya, stabilitas kawasan tidak akan tercapai jika tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional terus dibiarkan.

“Langkah kolektif dari dunia internasional sangat dibutuhkan untuk menegakkan keadilan dan menjaga harapan perdamaian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan di kawasan tersebut telah berdampak luas, termasuk terhadap kondisi ekonomi global. Oleh karena itu, upaya menjaga gencatan senjata dan mendorong perdamaian permanen harus menjadi prioritas bersama.

Di akhir pernyataannya, Hidayat menekankan pentingnya solidaritas global untuk mendorong penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan, serta memastikan hukum internasional ditegakkan tanpa pandang bulu.