banner 728x90

Bamsoet Serukan Semangat Paskah untuk Redam Polarisasi dan Perkuat Persatuan Nasional

Bamsoet 28 02 2024 3
banner 120x600

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, mengajak masyarakat menjadikan perayaan Paskah sebagai momentum memperkuat persatuan dan mendorong rekonsiliasi di tengah tantangan global dan dinamika sosial dalam negeri.

Menurut Bamsoet, perayaan Paskah tahun ini berlangsung dalam situasi dunia yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan serius. Ia menilai meningkatnya konflik global serta polarisasi sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia, harus menjadi bahan refleksi bersama untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Paskah mengingatkan kita untuk kembali pada nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama, terutama saat dunia dilanda berbagai konflik berkepanjangan,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Ia mengungkapkan, berbagai konflik internasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan meningkatnya korban sipil dan melemahnya nilai-nilai kemanusiaan. Kondisi ini, kata dia, menandakan bahwa dunia masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga perdamaian dan keadilan.

Bamsoet menambahkan, dampak konflik global tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan politik dunia, termasuk Indonesia. Gangguan rantai pasok, ketidakpastian geopolitik, hingga tekanan ekonomi menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi secara serius.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan nasional, terutama dalam aspek sosial. Menurutnya, Indonesia harus mampu menghindari polarisasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, persatuan nasional menjadi kunci utama. Jangan sampai perbedaan pandangan berkembang menjadi konflik yang merusak kebangsaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bamsoet menilai pesan Paskah sangat relevan dalam konteks kehidupan berbangsa. Nilai rekonsiliasi dan pengampunan dinilai dapat menjadi landasan untuk meredam ketegangan sosial serta memperkuat kohesi masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog dan kebersamaan dalam menyikapi berbagai perbedaan.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak ruang dialog dan saling pengertian. Persatuan harus selalu diutamakan di atas perbedaan,” pungkas Bamsoet.