JAKARTA – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan pandangan tegas terkait eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam wawancara bersama wartawan, ia tidak hanya menyoroti dinamika geopolitik global, tetapi juga dampaknya terhadap Indonesia.
Mengawali pernyataannya, Habib Aboe menggambarkan situasi global saat ini dengan nada serius.
“Ya ini pertama bismillahirrahmanirrahim. Pertama ngeri-ngeri sedap ya. Keangkuhan dan kesombongan Trump ini nanti akan digilas dengan fakta-fakta lapangan.”
Ia menilai, konflik yang terjadi saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan dan berpotensi memicu ketidakstabilan global yang lebih luas.
“Justru saya ingin mengatakan, kita sangat menyayangkan eskalasi yang terjadi. Dunia saat ini sedang berada di ambang ketidakpastian yang besar. Agresi Israel di Gaza yang terus berlanjut telah menjadi pemicu utama ketegangan. Keterlibatan Amerika Serikat yang cenderung sepihak semakin memperkeruh suasana.”
Dalam nada yang lebih keras, ia bahkan mengkritik kepemimpinan Amerika Serikat.
“Ini kalau menurut saya bahasanya kesombongan Trump, kegilaan Trump. Posisi kita tegas, hentikan segala bentuk agresi. Saya ulangin ya, posisi kita tuh tegas, hentikan segala bentuk agresi.”
Dorong Gencatan Senjata Permanen
Habib Aboe menegaskan bahwa solusi utama untuk meredakan konflik adalah gencatan senjata permanen, khususnya di Gaza.
“Kita mendorong adanya gencatan senjata permanen di Gaza. Karena itulah kunci utama untuk menurunkan tensi antara Iran dan Israel.”
Ia juga menilai dunia internasional tidak boleh terus menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik.
“Dunia internasional tidak boleh membiarkan standar ganda terus berlaku.”
Diplomasi Parlemen Jadi Andalan
Menurutnya, parlemen Indonesia tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan pentingnya diplomasi parlemen sebagai instrumen tekanan moral dan politik di tingkat global.
“Stop the war. Diplomasi parlemen akan terus kita optimalkan di forum internasional agar tekanan terhadap pihak-pihak yang bertikai semakin kuat. Kita tidak boleh diam saat hukum internasional diinjak-injak.”
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif parlemen yang mendorong perdamaian.
“Saya dukung benar kawan-kawan di parlemen yang telah mendeklarasikan perdamaian. Ini adalah wujud nyata amanat konstitusi kita, ikut melaksanakan ketertiban dunia.”
Efektivitas Tekanan Internasional
Saat ditanya soal efektivitas tekanan parlemen, ia menekankan pentingnya upaya kolektif global.
“Yang penting kita ikhtiar dan usaha. Yang penting tidak diam. Dunia Arab bekerja, Eropa berbuat, semua negara juga. Lama-lama akan menjadi fakta kegagalan seorang pimpinan negara Amerika.”
Dampak Nyata ke Indonesia
Habib Aboe juga mengingatkan bahwa konflik Timur Tengah sudah mulai berdampak ke Indonesia, terutama di sektor ekonomi.
“Yang pertama ekonomi. Mulai dari fluktuasi harga minyak mentah hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.”
Ia memberikan catatan penting kepada pemerintah agar memperkuat perlindungan masyarakat.
“Perkuat bantalan sosial. Jangan sampai kenaikan harga energi global langsung memukul daya beli masyarakat kecil.”
Selain itu, ia menekankan pentingnya ketahanan nasional.
“Kita harus mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat stok pangan nasional agar tidak terlalu bergantung pada rantai pasok global.”
Pesan untuk Masyarakat
Kepada masyarakat, ia mengimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.”
Ia juga menutup wawancara dengan pesan persatuan nasional dan dukungan terhadap perdamaian dunia.
“Mari kita perkuat persatuan nasional. Kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja, namun Indonesia harus tetap tegak berdiri. Mari kita selipkan doa untuk perdamaian dunia, khususnya untuk saudara-saudara kita di Palestina.”
Dalam pandangannya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dunia.
“Indonesia adalah bangsa besar yang suaranya didengar dunia. Kita harus terus menjadi bagian dari solusi, bukan penonton.”
Wawancara ini menegaskan bahwa DPR RI melalui BKSAP tidak hanya mengikuti perkembangan global, tetapi juga aktif mendorong solusi diplomatik di tengah meningkatnya ketegangan internasional.





