banner 728x90

Habib Aboe Sampaikan 7 Pantun Hangat untuk Lebaran dan Halal Bihalal Keluarga

Habib Aboe Bakar Alhabsyi Sampaikan Tujuh Pantun Hangat untuk Lebaran dan Halal Bihalal Keluarga
banner 120x600

 

JAKARTA – Momen Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi untuk menyampaikan pesan penuh kehangatan melalui rangkaian pantun Lebaran.

Pantun-pantun tersebut ia disampaikan saat acara Halal Bihalal dan Buka Puasa di kediamannya bersama keluarga sebagai bentuk kebahagiaan sekaligus ajakan mempererat silaturahmi dalam suasana Halal Bihalal bersama keluarga, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Dalam sambutannya, Habib Aboe menekankan, Lebaran bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang saling memaafkan dan memperkuat ikatan kekeluargaan. Ia pun menyelipkan pesan tersebut dalam tujuh pantun yang bernuansa hangat, sederhana, dan penuh makna.

Berikut tujuh pantun Lebaran yang disampaikan Aboe Bakar Alhabsyi bersama keluarga:

I.

Pergi ke pasar membeli mangga,

Mangga manis dikasih pita.

Senang berkumpul dengan keluarga,

Maafkan khilaf kami sekeluarga Aboe dan Ita.

II.

Bunga melati putih berseri,

Harum semerbak di pagi hari.

Tangan terulur rendahnya hati,

Aboe dan Ita mohon maaf setulus hati.

III.

Makan ketupat lauknya rendang,

Ditambah sambal buatan Kak Ita.

Hati senang semua bisa datang,

Tambah hangatnya Lebaran keluarga.

IV.

Ke pasar baru beli kebaya,

Warna kuning cantik di mata.

Selamat Lebaran sanak saudara,

Salam hangat dari Aboe dan Ita.

V.

Burung nuri terbang ke dahan,

Hinggap sebentar di pohon mangga.

Lupakan sedih mari maafkan,

Mari kita bernyanyi sekeluarga.

VI.

Jalan-jalan ke pasar baru,

Membeli baju berwarna biru.

Lebaran hangat makin seru,

Kita bernyanyi lagu yang baru.

VII.

Makan ketupat di meja makan,

Ditambah sambal buatan Kak Ita.

Mari semua kita gerakkan,

Joget bersama keluarga tercinta.

Aboe berharap, pantun-pantun tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan Lebaran terletak pada kebersamaan dan saling memaafkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Halal Bihalal sebagai momentum mempererat persaudaraan, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

“Lebaran adalah waktu terbaik untuk kembali merajut kasih sayang. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.