JAKARTA – Mathla’ul Anwar (MA) memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui proses pemilihan yang demokratis dalam Muktamar MA XXI di Kota Serang, Banten, Senin (13/4/2026).
Dr. KH. Jazuli Juwaini resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) MA periode 2026–2031. Ia didampingi oleh KH. Embay Mulya Syarif yang ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PB MA.
Terpilihnya Jazuli membawa visi transformasi “MA Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh.” Visi ini menjadi arah baru untuk membawa Mathla’ul Anwar tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga relevan, strategis, dan berpengaruh di tingkat nasional maupun global.
Dalam sambutannya usai dikukuhkan, Dr. KH. Jazuli Juwaini menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar harus menjadi rumah pengabdian, bukan alat kepentingan.
“Mathla’ul Anwar harus kita besarkan bersama. Jangan mencari hidup dari MA, tetapi mari kita hidup untuk MA. Jauhkan kepentingan pribadi, kokohkan pengabdian untuk memajukan pendidikan, dakwah, dan sosial,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa transformasi organisasi hanya dapat berjalan jika ditopang oleh soliditas internal. Persatuan dan kekompakan seluruh elemen Mathla’ul Anwar menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lompatan besar organisasi ke depan.
Transformasi Strategis Menuju MA Naik Level
Sebagai bagian dari agenda besar kepemimpinannya, Dr. KH. Jazuli Juwaini menegaskan sejumlah fokus transformasi:
1. Penguatan Peran Nasional dan Global
Mathla’ul Anwar diarahkan menjadi kekuatan nasional sekaligus mitra strategis negara yang mampu mempengaruhi kebijakan publik serta aktif dalam jejaring internasional melalui diplomasi organisasi dan kemitraan lintas negara.
2. Transformasi Pendidikan
Lembaga pendidikan MA akan didorong menjadi lebih unggul, modern, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, serta terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional dan global guna mencetak generasi berdaya saing tinggi.
3. Akselerasi Kaderisasi dan Kepemimpinan
Kader MA diharapkan mampu menempati posisi strategis di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, politik, dan dunia profesional, sehingga kontribusi organisasi semakin luas dan nyata.
4. Penguatan Dakwah
Dakwah ahlu sunnah wal jamaah akan dikembangkan secara lebih adaptif dan kontekstual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan digital, guna menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
5. Ekspansi Peran Sosial
Mathla’ul Anwar akan memperluas jangkauan pelayanan sosial melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat baik di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, untuk memperkuat eksistensi organisasi sebagai kekuatan sosial umat.
6. Kolaborasi dan Ekosistem Kemitraan
Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan lembaga nasional internasional menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kontribusi organisasi.
7. Penguatan Islam Moderat dan Diplomasi Global
Dengan mengedepankan nilai-nilai Islam wasathiyah, Mathla’ul Anwar diharapkan tampil sebagai kekuatan moderat yang membawa pesan damai, inklusif, dan berkemajuan di tingkat global.
Jazuli optimistis, dengan semangat kolektif dan kerja bersama, Mathla’ul Anwar mampu melampaui peran historisnya dan menjadi organisasi yang unggul dalam kontribusi, luas dalam jejaring, serta besar dalam pengaruh.
“MA Naik Level adalah gerakan bersama. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk bersatu, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat MA yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.





