banner 728x90

Kerja Nyata Pemerintah, Meutya Jalankan Arahan Prabowo Perkuat Transformasi Digital Nasional

Meutya
banner 120x600

JAKARTA — Komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional terus ditunjukkan melalui langkah konkret lintas negara. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kerja-kerja strategis kementeriannya merupakan bagian dari implementasi langsung arahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (10/4/2026), Meutya mengungkap salah satu capaian penting yakni penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dengan Kementerian Sains dan TIK Korea pada 1 April 2026.

“Atas arahan Bapak Presiden yang selalu mengedepankan kerja sama RI dengan berbagai negara di sektor utama termasuk digitalisasi, kami memperkuat kolaborasi internasional sebagai fondasi transformasi digital Indonesia,” tulis Meutya.

Kerja sama tersebut bukan sekadar simbol diplomasi, melainkan memuat agenda konkret yang langsung menyasar kebutuhan nasional. Pemerintah fokus pada pengembangan talenta digital melalui pelatihan intensif, program beasiswa, hingga pertukaran pengetahuan antarnegara.

Selain itu, pemerintah juga mulai memperkuat fondasi kebijakan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI), guna memastikan perkembangan teknologi berjalan seimbang dengan regulasi dan etika.

Tak berhenti di situ, kolaborasi Indonesia–Korea juga mencakup riset bersama, penyusunan standar teknologi, serta pengembangan ekosistem digital yang inklusif.

“Kami memastikan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, berjalan seiring dengan prinsip etika, regulasi yang kuat, dan manfaat nyata bagi publik,” tegas Meutya.

Langkah-langkah tersebut menjadi bukti bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo tidak hanya berhenti pada visi, tetapi diterjemahkan dalam kerja nyata oleh para menteri di kabinetnya.

Kerja sama ini juga dirancang untuk mendukung prioritas strategis nasional, mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, ketahanan pangan, hingga reformasi birokrasi berbasis digital.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis hasil, pemerintah berupaya memastikan bahwa transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia.