banner 728x90

Lamhot Sinaga Ajak Perkuat Ekonomi Rakyat Lewat Pengembangan Geosite Muara Sibandang

Menikmati Keindahan Alam Sekaligus Meninjau Potensi Wisata Di Geosite Muara Sibandang, Tapanuli (1)
banner 120x600

TAPANULI UTARA –  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan pentingnya menjadikan kawasan geosite sebagai motor penggerak ekonomi lokal saat meninjau langsung Geosite Muara Sibandang di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Dalam keterangannya yang dikutip dari media sosial pribadinya, Lamhot menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memastikan potensi wisata yang ada dapat dikembangkan secara maksimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Geosite Muara Sibandang memiliki keindahan luar biasa. Ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi aset strategis yang harus kita kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Lamhot.

Ia menekankan bahwa kawasan ini merupakan bagian penting dari kekayaan geologi Danau Toba yang telah dikenal dunia. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan.

Geosite Muara Sibandang dan Potensi Geowisata

Geosite Muara Sibandang terletak di Pulau Sibandang, sebuah pulau yang berada di tengah Danau Toba dan dikenal dengan lanskapnya yang masih alami. Kawasan ini menjadi bagian dari geopark Danau Toba yang memiliki nilai penting dari sisi geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati.

Selain panorama danau yang luas, kawasan ini juga menawarkan potensi wisata berbasis edukasi mengenai sejarah terbentuknya Danau Toba sebagai salah satu kaldera vulkanik terbesar di dunia. Hal ini menjadikan Muara Sibandang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga bagi peneliti dan pecinta geowisata.

Lamhot menilai, potensi tersebut perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, termasuk akses transportasi, fasilitas wisata, serta promosi yang lebih agresif.

“Kita harus memastikan akses ke lokasi ini semakin mudah, fasilitasnya memadai, dan promosi dilakukan secara konsisten agar wisatawan terus meningkat,” tegasnya.

Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut, Lamhot menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Ia menegaskan bahwa manfaat ekonomi dari sektor wisata harus dirasakan langsung oleh warga sekitar, bukan hanya investor atau pelaku usaha besar.

“Pengembangan pariwisata harus berbasis masyarakat. UMKM lokal, homestay, kuliner, hingga kerajinan tangan harus menjadi bagian dari ekosistem wisata di sini,” katanya.

Menurutnya, pendekatan ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, sekaligus menjaga kearifan lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Komitmen DPR RI Kawal Pariwisata Berkelanjutan

Sebagai pimpinan di Komisi VII DPR RI, Lamhot memastikan pihaknya akan terus mengawal kebijakan pemerintah terkait pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional.

Ia menegaskan bahwa pengembangan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan agar keindahan alam yang menjadi daya tarik utama tidak rusak.

“Kita ingin pariwisata yang maju, tapi tetap menjaga kelestarian alam. Ini penting agar generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan yang sama,” ujarnya.

Lamhot pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Geosite Muara Sibandang.

“Mari kita dukung pariwisata lokal. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata unggulan yang membanggakan Indonesia,” pungkasnya.

Kunjungan ini mempertegas peran DPR RI dalam memastikan potensi daerah, khususnya di kawasan Danau Toba, dapat dioptimalkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional.