PALU – Peringatan Haul ke-58 Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri berlangsung penuh khidmat di kompleks Alkhairaat Pusat, Palu, Rabu (1/4/2026). Kegiatan tahunan ini dihadiri ratusan ribu jamaah dari berbagai penjuru Tanah Air.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi yang ikut berbaur bersama masyarakat dalam mengenang sosok ulama kharismatik yang dikenal sebagai “Guru Tua”.
Dalam keterangannya, Aboe Bakar menyampaikan rasa syukur dapat kembali mengikuti haul tokoh yang berjasa besar dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Ia menilai, sosok Guru Tua bukan hanya seorang ulama, tetapi juga figur pemersatu bangsa yang mampu menyelaraskan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.
“Beliau menunjukkan bahwa iman dan cinta tanah air bisa berjalan seiring. Ini menjadi teladan penting dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pelaksanaan haul tahun ini menjadi refleksi penting di tengah berbagai dinamika sosial. Kehadiran jamaah dari latar belakang yang beragam dinilai sebagai bukti nyata kuatnya nilai persaudaraan di Indonesia.
Aboe Bakar juga menyoroti metode dakwah Guru Tua yang mengedepankan pendekatan damai dan merangkul semua kalangan. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menghadapi tantangan zaman, terutama di era informasi yang rentan memicu perpecahan.
“Dakwah yang menyejukkan seperti ini sangat dibutuhkan, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menjaga persatuan nasional. Menurutnya, kontribusi Alkhairaat dalam mencetak generasi berilmu menjadi benteng penting menghadapi hoaks dan berbagai bentuk provokasi.
“Dengan pendidikan, masyarakat akan lebih bijak dan tidak mudah terpecah. Ini adalah bentuk nyata menjaga persatuan bangsa,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Aboe Bakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum haul sebagai penguat semangat kebangsaan dan persatuan.
Ia berharap nilai-nilai perjuangan Guru Tua terus diwariskan, serta menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang damai, bersatu, dan bermartabat.





