banner 728x90

Kunjungi Instalasi Surfaktan, Habib Aboe Apresiasi Cara Kerja Polda Kalsel

Img 20261021 Wa0035
banner 120x600

Kunjungi Instalasi Surfaktan di Mapolda, Habib Aboe Apresiasi Cara Kerja Polda Kalsel

BANJARMASIN – Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi langkah Polda Kalimantan Selatan dalam memanfaatkan teknologi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apresiasi tersebut disampaikan saat mengunjungi instalasi surfaktan di Mapolda Kalsel, sekaligus melihat secara langsung inovasi dan strategi yang dikembangkan dalam upaya penanggulangan karhutla.

Habib Aboe menilai, pemanfaatan teknologi dalam penanganan karhutla merupakan langkah progresif yang menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

“Saya mengapresiasi cara kerja Polda Kalsel yang terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam penanganan karhutla. Ini menunjukkan bahwa upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi juga dikembangkan melalui pendekatan yang lebih modern, terukur, dan berbasis teknologi,” ujar Habib Aboe.

Menurutnya, salah satu langkah yang patut diapresiasi adalah penggunaan drone termal untuk membantu memetakan titik-titik panas atau hotspot, termasuk mendeteksi bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.

“Penggunaan drone termal merupakan langkah yang tepat. Dengan teknologi ini, petugas dapat memantau wilayah terdampak secara lebih luas dan mengidentifikasi titik-titik panas yang mungkin tidak terlihat secara kasatmata. Ini sangat penting, karena dalam kasus kebakaran lahan gambut, api bisa saja sudah tidak terlihat di permukaan, tetapi bara masih menyala di bawah tanah,” jelas anggita DPR RI dapil Kalsel 1 tersebut.

Ia menambahkan, kemampuan mendeteksi titik panas secara lebih akurat dapat membantu petugas menentukan prioritas penanganan, mempercepat pengerahan personel, serta mengurangi risiko terlewatnya titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Teknologi ini membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Petugas bisa memperoleh gambaran kondisi lapangan dengan lebih baik, sehingga penanganan dapat diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan perhatian. Dengan begitu, waktu, tenaga, dan sumber daya bisa dimanfaatkan secara lebih optimal,” lanjut anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Selain penggunaan drone termal, Habib Aboe juga mengapresiasi pengembangan dan pemanfaatan teknologi surfaktan sebagai salah satu pendekatan dalam meningkatkan efektivitas pemadaman karhutla.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara di lapisan bawah membutuhkan metode penanganan yang tidak hanya berfokus pada api di permukaan. Diperlukan strategi yang mampu menjangkau sumber panas tersembunyi agar potensi kebakaran berulang dapat ditekan.

“Penggunaan surfaktan juga merupakan strategi yang tepat untuk dikembangkan. Tantangan kebakaran gambut bukan hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara yang tersembunyi di dalam tanah bisa ditangani. Karena itu, pendekatan yang mampu membantu cairan pemadam menembus lapisan gambut menjadi sangat relevan,” ungkap mantan Sekjen PKS tersebut.

Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah metode gambut injection, yakni memasukkan cairan pemadam yang diformulasikan menggunakan surfaktan ke lapisan gambut melalui pipa berlubang. Metode ini ditujukan untuk membantu menjangkau area yang menyimpan bara, sehingga proses pendinginan dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber panas.

“Kalau bara berada di bawah permukaan, penyiraman dari atas saja belum tentu cukup. Karena itu, teknologi injeksi ke lapisan gambut patut dikaji dan dikembangkan sesuai kondisi lapangan. Prinsipnya, kita ingin pemadaman tidak berhenti pada hilangnya api yang terlihat, tetapi juga memastikan sumber panas yang tersembunyi mendapat penanganan,” tegasnya.

Habib Aboe juga menyoroti potensi pemanfaatan surfaktan dalam mendukung operasi pemadaman dari udara atau water bombing. Dengan formulasi dan dosis yang sesuai, surfaktan dapat membantu meningkatkan pembasahan serta penetrasi cairan pemadam pada vegetasi dan material yang terbakar. Penggunaannya tentu harus memperhatikan karakteristik bahan, keamanan lingkungan, serta kesesuaian dengan peralatan pemadaman.

“Pemanfaatan teknologi surfaktan dalam mendukung water bombing merupakan inovasi yang menarik. Kita ingin air pemadam tidak sekadar jatuh di permukaan, tetapi dapat bekerja lebih efektif pada material yang terbakar. Tentu formulasi dan penggunaannya harus diuji dengan baik agar manfaatnya maksimal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan operasi,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai pengembangan teknologi penanganan karhutla perlu diikuti dengan integrasi data, koordinasi lintas instansi, dan evaluasi berkelanjutan. Informasi dari drone termal, laporan petugas di lapangan, serta hasil pemantauan titik api perlu menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan karhutla tidak cukup diukur dari kecepatan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mencegah kebakaran meluas, mengurangi kemunculan kembali titik api, dan melindungi masyarakat dari dampak asap.

“Saya berharap inovasi yang dikembangkan Polda Kalsel ini terus diperkuat melalui penelitian, pengujian, dan kerja sama dengan para ahli serta instansi terkait. Kita membutuhkan penanganan karhutla yang semakin presisi, efektif, dan berkelanjutan. Teknologi harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petugas di lapangan dan masyarakat,” ujarnya.

Habib Aboe menegaskan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan warga di sekitar kawasan rawan kebakaran.

“Saya mengapresiasi ikhtiar Polda Kalsel yang terus mencari cara lebih baik dalam menghadapi karhutla. Ini adalah bentuk komitmen untuk melindungi lingkungan dan masyarakat. Ke depan, inovasi seperti drone termal dan teknologi surfaktan perlu terus disempurnakan agar penanganan karhutla semakin cepat, tepat sasaran, dan mampu mencegah kebakaran berulang,” pungkasnya.