WMC||Trenggalek – Ketentraman pagi di Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, sontak pecah pada Minggu (18/1/2026). Sebuah pohon jambu besar tumbang tanpa peringatan di RT 05 RW 03 Dusun Krajan, menimpa warung nasi pecel milik Bapak Yani dan garasi rumah Bapak Giman, serta melumpuhkan sementara jalan utama desa.
Warga yang terkejut mendengar suara gemuruh langsung berhamburan keluar rumah. Sebagian berupaya memastikan keselamatan penghuni bangunan yang tertimpa, sementara lainnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kerugian material cukup signifikan.

Mendapat laporan dari warga, Koramil 0806-01/Trenggalek bergerak cepat dengan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek serta Petugas PLN untuk segera menuju lokasi. Koordinasi antarinstansi berlangsung sigap dan terarah, menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana di wilayah teritorial.
Setibanya di lokasi, Petugas PLN Trenggalek segera melakukan pengamanan dengan memutus aliran listrik di area terdampak. Langkah ini diambil karena pohon tumbang juga menimpa kabel listrik yang berpotensi membahayakan warga maupun tim evakuasi.
Puluhan personel TNI dari Koramil 0806-01/Trenggalek bersama tim BPBD Trenggalek kemudian berjibaku melakukan evakuasi. Dengan menggunakan mesin gergaji, mereka memotong batang dan dahan pohon jambu yang tumbang sebelum menyingkirkannya dari jalan dan bangunan warga.
Sejumlah warga juga turut bergotong royong membersihkan ranting dan serpihan kayu yang berserakan. Sinergi antara aparat dan masyarakat terlihat jelas dalam proses penanganan bencana ini.
Proses evakuasi berlangsung beberapa jam hingga akhirnya jalan utama kembali bisa dilalui. Meski melelahkan, petugas dan warga tetap bersemangat demi memulihkan aktivitas desa secepat mungkin.
Bati Tuud Koramil 0806-01/Trenggalek, Peltu Supriyanto, menegaskan bahwa TNI bersama BPBD Trenggalek selalu berada di garda terdepan dalam penanganan bencana di wilayah teritorialnya. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat.

Peltu Supriyanto juga mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat musim penghujan atau cuaca ekstrem. Menurutnya, koordinasi yang baik antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Namun, dengan kesiapsiagaan aparat, kerja sama lintas instansi, dan kepedulian masyarakat, dampak bencana dapat ditangani secara cepat dan efektif.
red/tim








