Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat proses pascabencana agar masyarakat bisa kembali menata kehidupan dengan lebih layak dan aman.
AHY menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dimulai dari rumah, karena hunian adalah kebutuhan paling mendasar bagi warga terdampak banjir dan longsor hebat yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa Huntara yang dibangun bukan sekadar tempat berlindung sementara, tetapi dilengkapi fasilitas pendukung seperti kamar mandi/toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka yang memberikan kenyamanan lebih bagi keluarga yang tinggal di sana.
Huntara yang diresmikan terdiri dari tujuh blok dengan total 84 unit hunian, berkapasitas sekitar 336 jiwa, yang kini sudah siap ditempati oleh warga yang kehilangan rumah utama mereka. AHY juga menegaskan bahwa pembangunan ini mengikuti prinsip build back better — yaitu memperhatikan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan, bukan sekadar kecepatan pembangunan.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti air bersih, sanitasi, listrik, drainase, dan akses layanan dasar seperti sekolah, puskesmas, pasar, serta sumber penghidupan akan terus dipenuhi untuk mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, terutama terkait penyediaan hunian layak dan dukungan layanan dasar yang terus ditingkatkan bagi warga terdampak.





