Anggota Komisi X DPR RI mengungkapkan apresiasi terhadap kebijakan serta capaian program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dinilai semakin responsif dalam menjawab berbagai persoalan di sektor pendidikan nasional sepanjang tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bertujuan mengevaluasi kinerja tahun anggaran 2025 serta membahas rencana kerja dan anggaran untuk 2026.
Menurut legislator yang hadir, kebijakan yang dijalankan Kemendikdasmen menunjukkan sejumlah capaian positif dan keselarasan dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam hal perluasan akses pendidikan dan program prioritas kementerian yang sudah dipaparkan pada 2026.
Meski demikian, Komisi X juga menyoroti tiga persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan serius dan memerlukan perhatian lebih dalam perumusan kebijakan dan penganggaran pendidikan ke depan:
-
Kesejahteraan guru dan tenaga pendidik yang dinilai belum merata dan masih perlu diperkuat melalui kebijakan remunerasi serta insentif yang lebih kompetitif.
-
Pemerataan dan peningkatan sarana-prasarana pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), agar mutu pelayanan pendidikan tidak timpang.
-
Peningkatan kompetensi pendidik agar kualitas pembelajaran lebih selaras dengan tuntutan kurikulum dan perkembangan teknologi.
Legislator Komisi X menekankan bahwa penyelesaian ketiga persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari alokasi anggaran pendidikan yang tepat sasaran, di tengah total anggaran pendidikan nasional yang tercatat mencapai ratusan triliun namun belum sepenuhnya berdampak optimal bagi peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Selain itu, dalam pertemuan serupa juga muncul dorongan agar Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan DPR untuk memastikan program prioritas pendidikan nasional, seperti peningkatan layanan digitalisasi pembelajaran, pemerataan fasilitas, dan pelatihan guru, dapat berjalan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.





