banner 728x90
Daerah  

Keluarga Jadi Fondasi Ketertiban Kota, Azhar Kahfi dan Cahyo Harjo Kompak Gaungkan Harmoni Sosial

Img 20260222 Wa0046
banner 120x600

 

WMC|| Surabaya – Menciptakan kondusivitas di Kota Pahlawan tidak cukup hanya mengandalkan patroli aparat di jalanan. Kesadaran kolektif untuk menjunjung tinggi instrumen hukum dan norma sosial menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Hukum yang digelar Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, di Surabaya, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan relawan “Aku Koncomu” yang merupakan bentukan Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi.

Dalam pemaparannya, Azhar Kahfi menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban kota harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, investasi termurah dan paling efektif bagi sebuah negara adalah investasi ketertiban di lingkungan rumah tangga.

Ia menjelaskan, pembagian peran yang jelas antara orang tua dan anak menjadi fondasi terciptanya kedisiplinan. Anak perlu memahami tanggung jawabnya, sementara orang tua wajib memenuhi hak serta kelayakan hidup anak secara optimal.

“Kedisiplinan yang dibentuk sejak dini di rumah akan memberikan dampak sistemik yang besar bagi ketertiban kota. Jika setiap keluarga tertib, maka Surabaya akan semakin kondusif,” tegas Azhar.

Selain aspek hukum formal, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga norma tidak tertulis atau adat istiadat yang telah menjadi kesepakatan sosial di lingkungan masyarakat. Generasi tua, lanjutnya, memiliki peran penting dalam menanamkan nilai budi pekerti kepada generasi muda agar budaya tertib tetap terjaga di tengah dinamika kota metropolitan.

Sementara itu, Cahyo Harjo Prakoso menegaskan bahwa hukum harus menjadi payung utama dalam setiap tindakan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa dalam sistem hukum Indonesia berlaku asas bahwa setiap warga negara dianggap tahu dan memahami regulasi yang mengikat kehidupan sehari-hari.

Cahyo juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keguyuban dan persatuan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam menciptakan kota yang aman dan tertib.

“Menjaga kondusivitas bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara yang cinta tanah air,” pungkasnya.

 

red/tim