PASURUAN,WartaMerdeka.Com — Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Murtasyidin di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemitraan dengan alim ulama dan tokoh agama guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 11.30 hingga 13.00 WIB tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Pasuruan dan diterima langsung oleh pengasuh ponpes, Gus Hamid.
Kapolres Pasuruan menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan kalangan pesantren.
“Silaturahmi ini kami lakukan untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang baik dengan para alim ulama serta tokoh agama di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran ulama dan tokoh agama dinilai strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami berharap dukungan dan sinergitas dari para ulama untuk bersama-sama menjaga kamtibmas serta menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat,” kata Kapolres.
Sementara itu, Gus Hamid menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi langkah Polres Pasuruan dalam menjalin kedekatan dengan kalangan pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga berdiskusi mengenai pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama berkelanjutan antara Polres Pasuruan dengan alim ulama dan tokoh agama di wilayah Kabupaten Pasuruan.(jurnalis gatot)
Berita Terkait
Pangdam V/Brawijaya Terima PKDN Sespimti Polri Perkuat Sinergi Kepemimpinan Nasional SURABAYA,WartaMerdeka.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima kunjungan PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Makodam V/Brawijaya, menegaskan komitmen memperkuat sinergi strategis lintas sektor guna mendukung stabilitas nasional berkelanjutan melalui kepemimpinan adaptif, responsif, dan solutif. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 dengan dihadiri pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Tim Pendamping dan Supervisor Sespim Lemdiklat Polri, serta peserta didik Sespimti Polri. Agenda ini menjadi sarana integrasi konsep, kebijakan, dan implementasi kepemimpinan berbasis realitas lapangan. Pangdam V/Brawijaya menegaskan PKDN merupakan bagian penting dalam pembentukan kepemimpinan tingkat tinggi yang tidak hanya berorientasi teoritis, tetapi juga empiris. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu merumuskan solusi strategis terhadap berbagai dinamika dan tantangan nasional secara efektif. “PKDN ini harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan kebijakan secara nyata di lapangan,” tegas Pangdam V/Brawijaya. Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyoroti dinamika global meliputi ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi, krisis energi, dan ancaman ketahanan pangan. Kondisi tersebut menuntut pemimpin memiliki kemampuan berpikir strategis, adaptif, serta responsif terhadap perubahan lingkungan strategis secara cepat dan tepat. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan bangsa, sehingga setiap institusi harus mampu berkolaborasi secara efektif dan berkelanjutan,” tambahnya. Tema transformasi strategis untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi ditegaskan sebagai pilar utama stabilitas nasional. Pangdam menekankan bahwa kepemimpinan masa depan harus mampu mengelola perubahan lintas sektor melalui pendekatan terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan. Peran TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga dinilai krusial dalam menjaga stabilitas wilayah, pengamanan objek vital, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kebijakan nasional terpadu. Pangdam V/Brawijaya berharap seluruh peserta PKDN mampu mengembangkan pola pikir sistemik, memperkuat jejaring antar lembaga, serta menghadirkan kepemimpinan berintegritas dan berdampak nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya pemimpin strategis yang mampu menjawab tantangan bangsa ke depan(jurnalis gatot)
Navigasi pos
Next post Pangdam V/Brawijaya Terima PKDN Sespimti Polri Perkuat Sinergi Kepemimpinan Nasional SURABAYA,WartaMerdeka.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima kunjungan PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Makodam V/Brawijaya, menegaskan komitmen memperkuat sinergi strategis lintas sektor guna mendukung stabilitas nasional berkelanjutan melalui kepemimpinan adaptif, responsif, dan solutif. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 dengan dihadiri pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Tim Pendamping dan Supervisor Sespim Lemdiklat Polri, serta peserta didik Sespimti Polri. Agenda ini menjadi sarana integrasi konsep, kebijakan, dan implementasi kepemimpinan berbasis realitas lapangan. Pangdam V/Brawijaya menegaskan PKDN merupakan bagian penting dalam pembentukan kepemimpinan tingkat tinggi yang tidak hanya berorientasi teoritis, tetapi juga empiris. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu merumuskan solusi strategis terhadap berbagai dinamika dan tantangan nasional secara efektif. “PKDN ini harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan kebijakan secara nyata di lapangan,” tegas Pangdam V/Brawijaya. Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyoroti dinamika global meliputi ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi, krisis energi, dan ancaman ketahanan pangan. Kondisi tersebut menuntut pemimpin memiliki kemampuan berpikir strategis, adaptif, serta responsif terhadap perubahan lingkungan strategis secara cepat dan tepat. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan bangsa, sehingga setiap institusi harus mampu berkolaborasi secara efektif dan berkelanjutan,” tambahnya. Tema transformasi strategis untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi ditegaskan sebagai pilar utama stabilitas nasional. Pangdam menekankan bahwa kepemimpinan masa depan harus mampu mengelola perubahan lintas sektor melalui pendekatan terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan. Peran TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga dinilai krusial dalam menjaga stabilitas wilayah, pengamanan objek vital, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kebijakan nasional terpadu. Pangdam V/Brawijaya berharap seluruh peserta PKDN mampu mengembangkan pola pikir sistemik, memperkuat jejaring antar lembaga, serta menghadirkan kepemimpinan berintegritas dan berdampak nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya pemimpin strategis yang mampu menjawab tantangan bangsa ke depan(jurnalis gatot)