banner 728x90

Habib Aboe Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba, Ajak Ulama Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Screenshot 20260415 015207 Gallery
banner 120x600

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika di Indonesia, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk ulama dan pesantren, untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan.

Penegasan tersebut disampaikan Habib Aboe menyusul polemik yang muncul dari pernyataannya dalam rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), yang kemudian menuai beragam respons publik. Ia menekankan bahwa substansi utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap ancaman narkoba yang kian meluas.

Menurut Habib Aboe, peredaran narkotika saat ini tidak lagi mengenal batas sosial maupun wilayah. Karena itu, diperlukan pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk institusi pendidikan keagamaan yang memiliki pengaruh besar dalam pembinaan moral generasi muda.

“Pesantren dan ulama memiliki posisi strategis dalam membentengi masyarakat dari bahaya narkoba. Mereka bukan bagian dari masalah, tetapi justru bagian penting dari solusi,” ujar Habib Aboe dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Senayab,  Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi berbasis nilai-nilai keagamaan sebagai salah satu langkah preventif yang efektif. Dalam pandangannya, pendekatan hukum saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan pembinaan moral dan kesadaran masyarakat.

Aboe menambahkan, DPR RI melalui Komisi III akan terus mendorong sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga terkait guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika. Ia juga mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan BNN dalam memutus rantai peredaran dari hulu ke hilir.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai komunikasi dengan tokoh masyarakat, termasuk dari Madura, guna memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan. Dialog tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sekaligus menghilangkan kesalahpahaman yang sempat terjadi.

“Ini momentum untuk memperkuat kebersamaan. Kita tidak boleh terpecah, karena musuh kita jelas, yaitu jaringan narkotika yang merusak masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Habib Aboe juga memastikan bahwa ke depan dirinya akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. Ia menilai, komunikasi yang tepat sangat penting agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan tafsir yang keliru di masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, Habib Aboe mengajak seluruh pihak untuk bersatu menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan sosial bangsa.