banner 728x90

Halal Bihalal Satkar Ulama Jadi Ajang Konsolidasi Jelang Muktamar 2026

Screenshot 20260415 073101 Photo Editor
banner 120x600

JAKARTA – Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia sebagai ajang memperkuat konsolidasi internal organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Lume Coffee Gedung Wisma Laena, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Kegiatan itu, dihadiri jajaran pengurus pusat hingga wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Ketua Umum DPP Satkar Ulama Idris Laena menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar secara sederhana namun penuh makna. Ia menyebut, agenda ini bahkan dipersiapkan dalam waktu singkat karena berawal dari rencana rapat internal organisasi.

“Awalnya hanya rapat biasa, tapi karena masih dalam suasana Idul Fitri, kita sepakat menjadikannya sebagai halal bihalal. Persiapannya hanya dua hari, namun alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan,” ujar Idris.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi penting untuk menjaga soliditas antar pengurus sekaligus memperkuat arah gerak organisasi ke depan. Terlebih, Satkar Ulama Indonesia akan menghadapi agenda besar di penghujung tahun.

Idris mengungkapkan bahwa pada Desember 2026, organisasi akan menggelar Muktamar sebagai forum tertinggi untuk melakukan evaluasi sekaligus pergantian kepengurusan, termasuk posisi ketua umum.

“Kita akan menghadapi Muktamar pada Desember 2026. Ini momentum penting untuk regenerasi dan memastikan organisasi terus berjalan dinamis serta relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Mujib Rohmat menyoroti makna halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang memiliki nilai historis kuat. Ia menyebut tradisi tersebut telah berlangsung sejak era Soekarno sebagai sarana memperkuat persatuan nasional.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi warisan kebangsaan yang digunakan untuk konsolidasi dan mempererat persaudaraan setelah berbagai dinamika,” kata Mujib.

Ia juga menilai kehadiran pengurus lintas wilayah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga ukhuwah dan kebersamaan dalam tubuh organisasi.

“Pertemuan ini sangat penting, karena silaturahmi yang terjalin akan menjadi kekuatan utama dalam menjalankan peran Satkar Ulama sebagai mitra strategis dalam pembangunan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bangsa Indonesia. Halal bihalal ini sekaligus menjadi penegas bahwa Satkar Ulama Indonesia terus menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan nasional.