JAKARTA – wartamerdeka.com ,”Seorang pria berusia 45 tahun meninggal dunia setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat berupaya melerai aksi tawuran remaja di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa malam.
Ketua RW 10 Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Endang Darmanto, mengatakan korban tertabrak KRL yang melaju ke arah Stasiun Jatinegara.
“Korban tertabrak KRL yang mengarah ke Jatinegara,” ujar Endang di Jakarta, Rabu.
Peristiwa bermula dari tawuran dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan senjata tajam, petasan, dan lemparan batu di sekitar bantaran rel kereta api. Aksi tersebut menimbulkan keresahan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga dipicu oleh saling ejek di media sosial yang berujung bentrokan fisik di lokasi kejadian.
Situasi semakin mencekam karena kereta yang melintas juga menjadi sasaran lemparan batu dan kembang api. Sejumlah pengendara pun memilih menghindari lokasi karena khawatir kendaraannya rusak, sehingga arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan.
Korban diketahui bernama Nur Hasan (45), warga setempat yang saat itu hendak pulang usai menunaikan salat Isya. Ia diduga berniat melerai tawuran, namun tidak menyadari adanya KRL yang melintas.
“Sepertinya mau melerai, tapi tidak melihat kereta yang lewat. Korban masih mengenakan baju koko,” ungkap Endang.
Akibat benturan keras, korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, seorang pengendara motor, Heru (46), mengaku sempat menyaksikan tawuran tersebut. Ia juga terdampak saat aparat kepolisian membubarkan massa.
“Polisi datang lalu menembakkan gas air mata. Mata saya perih, akhirnya saya menepi ke tempat aman,” katanya.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung membubarkan kedua kelompok remaja. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Pria Tewas Tertabrak KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit





