banner 728x90

Bahlil: Ledakan Pipa Gas di Rokan Riau Rugikan Produksi Minyak Sekitar 2 Juta Barel

Pipa Gas
banner 120x600

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa insiden ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Blok Rokan, Provinsi Riau, telah berdampak signifikan terhadap produksi minyak nasional pada awal tahun 2026. Insiden ini menyebabkan hilangnya produksi minyak sekitar 2 juta barel dari sumur-sumur di wilayah tersebut.

Bahlil mengungkapkan peristiwa ini dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Menurutnya, kebocoran pipa gas yang terjadi di awal Januari merupakan sebuah kesalahan teknis yang harus dipertanggungjawabkan meskipun terjadi secara tidak terduga.

“Ini adalah musibah kecil di Sumatera. Pipa gas kami bocor, sehingga potensi kehilangan minyak sekitar 2 juta barel di awal tahun,” ujar Bahlil dalam rapat tersebut.

Sebagai respons atas kejadian ini, Bahlil memastikan bahwa sanksi akan dijatuhkan kepada pejabat terkait di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN yang dianggap bertanggung jawab atas pengawasan dan pemeliharaan pipa gas tersebut.

Insiden ledakan pipa gas PT TGI tidak hanya memengaruhi produksi minyak, tetapi juga menimbulkan kebakaran hebat di wilayah Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Jumat, 2 Januari 2026, yang melukai sejumlah orang serta merusak fasilitas sekitar. Ledakan serupa kembali terjadi pada 9 Januari di Desa Tani Makmur, Kabupaten Indragiri Hulu, meskipun tidak memicu kebakaran besar seperti sebelumnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa aliran gas di Rokan kini berangsur pulih, namun pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan dan stabilitas operasi migas di wilayah tersebut. Target pemerintah adalah meningkatkan produksi minyak nasional menjadi sekitar 610 ribu barel per hari pada 2026, sehingga upaya peningkatan produksi sedang dilakukan untuk menutupi kerugian akibat insiden ini.