banner 728x90

Doa Bersama untuk Affan Kurniawan, MAKI Jatim Ajak Warga Surabaya dan Sekitarnya Renungkan Duka

Img 20250830 Wa0026
banner 120x600

 

WMC|| SURABAYA – Rasa kehilangan yang mendalam menyelimuti keluarga, sahabat, dan masyarakat luas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas dalam demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8). Affan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob di tengah situasi kericuhan.

Sebagai wujud solidaritas dan empati, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menginisiasi doa bersama pada Minggu (31/8) pukul 20.00 WIB di Taman Apsari, Surabaya. Acara ini terbuka untuk umum, mengundang siapa saja yang ingin mendoakan almarhum sekaligus merenungkan arti kehilangan.

“Doa bersama ini bukan hanya untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menenangkan diri, menjaga hati tetap jernih, dan merawat suasana kota tetap kondusif,” kata Koordinator Wilayah MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, Jumat (29/8).

Heru tak mampu menyembunyikan keprihatinannya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan belasungkawa. “Saya atas nama pribadi mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujarnya.

MAKI Jatim menekankan bahwa doa bersama ini bukanlah aksi politik, melainkan bentuk penghormatan terakhir bagi seorang warga biasa yang kehilangan nyawa dalam situasi yang semestinya bisa dihindari. Heru mengibaratkan doa sebagai cahaya kecil yang bisa hadir di tengah gelapnya duka.

“Di tengah gelapnya duka, kami hadir dengan doa. Kami tundukkan kepala, mengadah tangan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih agar setiap air mata yang jatuh, setiap jeritan yang terabaikan, dan setiap jiwa yang terzalimi diberi kekuatan, serta tempat yang mulia di sisi-Nya,” tutur Heru.

Taman Apsari dipilih sebagai lokasi doa karena menjadi ruang publik yang kerap digunakan warga untuk berekspresi sekaligus menenangkan diri. MAKI berharap doa bersama ini bisa menjadi perekat kebersamaan di tengah suasana kebatinan yang rapuh pasca insiden 28 Agustus.

“Surabaya adalah rumah bersama. Jangan sampai duka ini menimbulkan perpecahan. Justru dengan doa bersama, kita ingin menguatkan solidaritas antarwarga,” imbuh Heru.

Kegiatan tersebut rencananya akan diisi dengan doa lintas agama. Beberapa tokoh masyarakat dan komunitas sipil dikabarkan turut hadir.

Affan Kurniawan dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Sehari-hari ia menggantungkan hidup dari pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online. Kepergiannya menimbulkan luka mendalam, terlebih bagi keluarga kecil yang ditinggalkan.

Kematian Affan juga menambah daftar panjang korban sipil dalam demonstrasi yang berakhir ricuh. Banyak kalangan menilai, insiden itu harus menjadi bahan evaluasi serius agar aparat lebih humanis dalam menghadapi aksi massa.

Melalui doa bersama di Surabaya, MAKI Jatim berharap duka yang ditinggalkan Affan bisa menjadi momentum refleksi bersama. “Kami ingin agar ke depan, tidak ada lagi nyawa yang terenggut sia-sia. Affan sudah pergi, tapi suaranya tetap hidup dalam doa dan solidaritas kita,” kata Heru menutup pernyataannya(gat)