KAMPAR, RIAU, wartamerdeka.com – Duka menyelimuti warga Kecamatan Tapung Hulu setelah kebakaran hebat meluluhlantakkan sedikitnya dua unit rumah pada Jumat (28/3/2026). Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.
Peristiwa ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga memusnahkan harta benda korban, mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan usaha dan elektronik. Total tujuh jiwa terdampak, termasuk anak-anak yang masih bersekolah.
Merespons cepat kejadian tersebut, Kepala Desa Danau Lancang, H. Azirman, langsung turun ke lokasi pada Sabtu (28/3/2026). Tanpa menunggu lama, ia menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan pokok kepada para korban.
“Kami bergerak cepat begitu mendapat informasi. Ini bentuk kepedulian pemerintah desa kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka sementara waktu,” ujar H. Azirman.
Namun, di balik bantuan tersebut, Kades juga menyoroti persoalan yang lebih besar. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
“Kejadian ini sudah dua kali terjadi di Desa Danau Lancang. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten agar ada solusi konkret, khususnya di Kecamatan Tapung Hulu,” tegasnya.
Saat ini, para korban terpaksa mengungsi di tempat seadanya dengan kondisi terbatas. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, baik dari pemerintah maupun para dermawan.
Di tengah musibah, solidaritas warga tampak kuat. Masyarakat bahu-membahu membantu proses pemadaman saat kejadian serta mendukung korban pasca kebakaran.
Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Hingga kini, total kerugian masih dalam pendataan. Namun satu hal yang pasti, musibah ini kembali menjadi alarm keras bagi semua pihak agar penanganan dan pencegahan kebakaran di wilayah Tapung Hulu tidak lagi sekadar reaktif, tetapi benar-benar solutif dan berkelanjutan.
Editor: AN





