banner 728x90

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Dorong Penguatan Organisasi dan Kolaborasi Pendidikan di Jawa Barat Untuk MA Naik Level

Img 20260924 Wa0054
banner 120x600

BANDUNG – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., mendorong jajaran 346Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Barat untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Perpaduan generasi muda dan senior dalam kepengurusan PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031 dinilai menjadi modal penting untuk menggerakkan organisasi agar semakin maju, aktif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikan KH. Jazuli Juwaini dalam arahannya pada acara Pelantikan dan Rapat Kerja PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031, yang dirangkaikan dengan pelantikan PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat, seminar, dan rapat kerja, di Grand Sunshine, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (23/9/2026).

“ Kepengurusan yang menggabungkan generasi muda dan generasi senior merupakan kekuatan. Di Jawa Barat, kombinasi ini menjadi modal penting untuk membawa organisasi bergerak lebih maju,” ujar KH. Jazuli.

Menurutnya, perpaduan lintas generasi dalam kepengurusan perlu dioptimalkan melalui pembagian peran, kolaborasi, dan penguatan program organisasi. Ia mengingatkan bahwa sejarah Rasulullah SAW memberikan pelajaran penting tentang kepercayaan terhadap generasi muda dalam menjalankan tugas-tugas strategis, salah satunya melalui pengutusan Mush’ab bin Umair ke Yatsrib.

“Rasulullah SAW memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk menjalankan tugas-tugas penting. Ini menjadi pelajaran bahwa generasi muda harus diberikan ruang untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi,” jelasnya.

KH. Jazuli menegaskan, PB Mathla’ul Anwar akan memberikan arahan dan panduan terhadap program-program yang telah disusun. Sementara itu, PW, Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Cabang (PC) memiliki peran penting dalam mengarahkan sekaligus mengimplementasikan program tersebut di lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa Mathla’ul Anwar merupakan organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad. Oleh karena itu, evaluasi, introspeksi, dan pembenahan diri perlu terus dilakukan agar organisasi tetap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

“Mathla’ul Anwar adalah organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad. Kita harus terus melakukan evaluasi, introspeksi, dan pembenahan diri agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

*Perluasan Jaringan Nasional dan Internasional*

Dalam arahannya, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar juga menyampaikan perkembangan perluasan jaringan organisasi, baik di dalam maupun luar negeri. Ia menyebutkan bahwa Mathla’ul Anwar terus mengembangkan jaringan hingga ke sejumlah negara, di antaranya Thailand, Malaysia, dan Belanda.

Menurutnya, pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat terus diperluas ke negara-negara lain, seperti Turki, Belgia, dan Mesir. Sementara di dalam negeri, penguatan organisasi diarahkan untuk menjangkau Papua, termasuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta memperkuat jaringan di Yogyakarta.

“Alhamdulillah, dengan tekad dan semangat yang kuat, Mathla’ul Anwar terus mengembangkan jaringan hingga ke luar negeri. Ini harus menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memperluas manfaat organisasi,” ungkapnya.

Ia menilai Jawa Barat sebagai salah satu wilayah strategis dan provinsi besar memiliki peran penting dalam pengembangan Mathla’ul Anwar. Karena itu, kepengurusan PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat yang memadukan generasi muda dan senior diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam menggerakkan organisasi secara lebih luas.

*MUSMA Didorong Perkuat Ketahanan Keluarga*

Selain penguatan organisasi, KH. Jazuli memberikan perhatian terhadap peran Muslimat Mathla’ul Anwar (MUSMA) dalam membangun ketahanan keluarga. Ia mendorong MUSMA untuk mengambil peran dalam menyiapkan modul parenting dan pernikahan, termasuk pelatihan pranikah bagi calon ayah dan calon ibu.

Menurutnya, Mathla’ul Anwar dan MUSMA memiliki tanggung jawab moral dalam membangun keluarga yang kokoh, mengingat kualitas keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun umat.

“Muslimat Mathla’ul Anwar perlu mengambil peran dalam menyiapkan modul parenting dan pernikahan, termasuk pelatihan pranikah bagi calon ayah dan calon ibu. Kualitas keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun umat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Jazuli juga menegaskan sikap Mathla’ul Anwar dalam menjaga nilai-nilai agama dan menolak LGBT, serta tidak memberikan ruang terhadap praktik yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut organisasi. Namun, ia menekankan pentingnya edukasi dan solusi kepada masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial tersebut.

*Perkuat Pendidikan dan Ukhuwah Internal*

KH. Jazuli menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas madrasah dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar akan berdampak pada penguatan kualitas organisasi serta kontribusi Mathla’ul Anwar secara keseluruhan.

“Perkuat kolaborasi, terutama di bidang pendidikan. Jika madrasah dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar berkualitas, maka kualitas organisasi dan kontribusi Mathla’ul Anwar secara keseluruhan akan ikut terangkat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga Mathla’ul Anwar untuk memperkuat ukhuwah internal dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memecah belah organisasi, termasuk penyebaran hoaks, adu domba, dan upaya merusak persatuan sesama warga Mathla’ul Anwar.

“Tidak boleh ada lagi warga Mathla’ul Anwar yang justru menggunakan ruang organisasi untuk menyebarkan hoaks, mengadu domba, atau memecah belah sesama,” katanya.

Selain ukhuwah internal, KH. Jazuli mendorong penguatan hubungan antarormas dan antarumat Islam. Ia berharap Mathla’ul Anwar dapat menjadi bagian dari kekuatan yang mempererat persatuan umat dan bangsa.

*Berpikir Besar dan Berkhidmah untuk Organisasi*

Mengakhiri arahannya, KH. Jazuli mengajak seluruh jajaran PW Mathla’ul Anwar dan PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat untuk membangun semangat berpikir besar, tidak mudah putus asa, serta terus bekerja dan bergerak menghadapi berbagai persoalan umat dan bangsa.

Ia mengingatkan seluruh pengurus agar menempatkan semangat pengabdian sebagai landasan dalam berorganisasi.

“Dalam Mathla’ul Anwar, jangan berpikir ‘apa yang saya dapatkan dari Mathla’ul Anwar’, tetapi harus lebih banyak berpikir ‘apa yang bisa saya berikan untuk Mathla’ul Anwar’,” pesannya.

Ia juga meminta seluruh jajaran kepengurusan untuk terus bekerja, bergerak, dan berbuat, serta menjadikan organisasi semakin aktif, inovatif, dan atraktif.

“Mari terus bergerak, bekerja, dan berkhidmah. Jangan hanya menjadi bagian dari sejarah Mathla’ul Anwar, tetapi mari bersama-sama menulis sejarah baru Mathla’ul Anwar untuk umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Acara tersebut Pelantikan Pengurus Wilayah MA Jawa Barat dihadiri Ketua Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief; Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., M.M.; jajaran pengurus PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat di bawah pimpinan Dr. KH. Yayan Hasuna Hudaya; Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si.; jajaran PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat; serta Ketua Umum PP MUSMA, Hj. Siti Neneng Solihah, M.Pd.

Pelantikan dan Rapat Kerja PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat serta PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031 diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi, sinergi, dan implementasi program organisasi untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi umat, masyarakat, dan bangsa.