WMC|| Aceh Utara, Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS Sindikat 8 melaksanakan Program Trauma Healing di Raudhatul Huda Dayah, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/02/2026) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa STIK terhadap kondisi psikologis para santri pascabencana.
Program trauma healing bertujuan membantu memulihkan kondisi mental dan emosional secara bertahap agar para santri kembali merasa aman, tenang, serta mampu beraktivitas dan belajar secara optimal di lingkungan dayah.
Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa STIK Angkatan 83 melakukan berbagai kegiatan interaktif dan edukatif yang dirancang untuk menciptakan suasana hangat, menyenangkan, serta membangun kembali rasa percaya diri para santri.
Pendekatan yang digunakan menekankan empati, komunikasi persuasif, serta penguatan motivasi.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib, dengan jumlah peserta Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Sindikat 8 sebanyak 22 orang dan seluruhnya hadir lengkap.
Program ini didampingi oleh Perwira Pendamping, KBP Didit Bambang Wibowo S., S.I.K., M.H.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Mahasiswa STIK tidak hanya mengimplementasikan kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi kemasyarakatan, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan humanis, kepedulian, serta penguatan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.
Diharapkan, melalui program ini para santri Raudhatul Huda Dayah dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan semangat, rasa aman, dan optimisme pascabencana.
red/tim





