Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendapat apresiasi luas atas upaya percepatan pembangunan dan pemulihan infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan akses layanan medis berjalan efektif bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor akhir 2025.
Dalam berbagai kunjungan lapangan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah telah memprioritaskan revitalisasi fasilitas kesehatan termasuk puskesmas, rumah sakit, dan layanan medis primer di seluruh daerah terdampak — terutama di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Upaya itu meliputi revitalisasi sekitar 800 puskesmas, selain langkah strategis mengaktifkan kembali layanan kesehatan di posko pengungsian serta mobil klinik pada titik-titik yang masih terisolasi. Puskesmas dan layanan medis primer merupakan garda terdepan untuk menjaga kesehatan masyarakat pascabencana, termasuk untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh terus memperluas pelayanan kesehatan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang dan sejumlah kecamatan lain yang sempat terisolasi.
Langkah percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik fasilitas, tetapi juga mencakup penempatan tenaga kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi cepat penyakit, dan pemenuhan kebutuhan gizi dasar di lokasi terdampak. Ini termasuk penyediaan dapurnya gizi serta dukungan layanan kesehatan primer yang menyentuh kebutuhan ibu, anak, dan keluarga di pengungsian.
Kemenkes juga terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mencocokkan prioritas pembangunan dengan kebutuhan lapangan. Pemerintah pusat, melalui Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibentuk usai arahan Presiden, juga terus memastikan bahwa perbaikan fasilitas kesehatan menjadi bagian utama dari rencana pascabencana yang lebih luas agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secepatnya.





