MATRAMAN – Semangat pemberdayaan atlet perempuan mewarnai gelaran Turnamen Mini (Turmini) Srikandi yang diselenggarakan Persatuan Tenis Meja Matraman (PTM Matraman) di GOR Matraman, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2026).
Mengusung tagline Mantap Hebat Fantastis, turnamen ini menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan olahraga tenis meja di Kecamatan Matraman. Untuk pertama kalinya, PTM Matraman menggelar kompetisi khusus perempuan atau Srikandi Divisi 11 dan peserta undangan.
Sebanyak 27 peserta perempuan ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp1 juta tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi dan adu kemampuan, kegiatan ini juga diarahkan sebagai wadah penjaringan potensi atlet putri yang selama ini belum banyak mendapatkan ruang kompetisi.
Ketua Panitia, Cepang, mengatakan penyelenggaraan Turmini Srikandi merupakan langkah awal untuk memperluas pembinaan tenis meja perempuan di wilayah Matraman.
Menurutnya, potensi atlet perempuan perlu mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
“Turnamen ini perdana digelar untuk kaum hawa, perempuan atau Srikandi. Tujuannya untuk mengetahui bakat yang dimiliki sejak usia dini,” ujar Cepang di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, turnamen tersebut menggunakan kategori umur bebas untuk wilayah Kecamatan Matraman, dengan peserta khusus Divisi 11. Panitia juga telah menetapkan sejumlah ketentuan pertandingan, termasuk larangan penggunaan karet bintik berminyak maupun berbedak serta tidak diperbolehkannya peserta meminta pengaturan jam tanding tertentu.
Dorong Pembinaan Atlet Putri Berkelanjutan
Lebih jauh, Cepang berharap turnamen perdana ini menjadi awal dari kegiatan pembinaan yang lebih terstruktur. PTM Matraman berencana menjadikan kompetisi mini sebagai agenda rutin, baik untuk kategori laki-laki maupun perempuan.
Dengan demikian, kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi dapat dirasakan seluruh pecinta tenis meja di Matraman.
“Kita tunjukkan sportivitas, kita saling dukung sampai akhir. Hari tetap tersenyum,” katanya.
Semangat tersebut menjadi pesan penting dalam penyelenggaraan turnamen. Kompetisi bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga membangun persaudaraan, kedisiplinan, dan mental bertanding.
Kekompakan Komunitas Jadi Kekuatan
Wakil Ketua Panitia, Adrian Sule, mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan Turmini Srikandi tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh komunitas tenis meja di Kecamatan Matraman.
“Kegiatan ini sukses atas kerja sama seluruh pecinta tenis meja se-Matraman,” ujar Adrian.
Ia berharap solidaritas yang telah terbangun dapat terus dipertahankan. Menurutnya, kekompakan komunitas merupakan modal penting untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial, khususnya atlet putri, yang nantinya mampu membawa nama Matraman ke tingkat kompetisi lebih tinggi.
Apresiasi bagi Donatur dan Seluruh Pendukung
Kesuksesan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga tenis meja.
Cepang secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Firman, Hajah Slamet, H. Evoy, EST, H. Rochim, H. Bani, Pak Roy, Om Rian, Hamba Allah, Ketua Pasolam Bang Way yang memberikan dukungan 25 jersey sekaligus kebutuhan panitia, serta Bu Dwi Agnes.
Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan olahraga di tingkat komunitas membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya atlet dan penyelenggara.
Adapun kepanitiaan Turmini Srikandi PTM Matraman terdiri atas Cepang sebagai Ketua Panitia, Adrian Sule sebagai Wakil Ketua, Arul sebagai Bendahara I, Bu Susi sebagai Bendahara II, serta Om Anom sebagai pembawa acara.
Sementara itu, pertandingan dipimpin oleh para wasit, yakni Cang Rohim, Hasan, Menk, Ady, dan Dion. Bagian pendaftaran dan administrasi ditangani Andrian/Andreas Andi.
Srikandi Matraman, Awal Lahirnya Atlet Berprestasi
Berakhirnya turnamen bukan sekadar menandai selesainya pertandingan, tetapi juga membuka harapan baru bagi perkembangan tenis meja perempuan di Matraman.
Kehadiran 27 peserta dalam gelaran perdana ini menunjukkan bahwa antusiasme perempuan terhadap olahraga tenis meja memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
PTM Matraman diharapkan mampu menjaga konsistensi kegiatan serupa agar semakin banyak perempuan memperoleh ruang untuk berlatih, berkompetisi, dan meningkatkan prestasi.
Dari GOR Matraman, semangat para Srikandi telah memberikan pesan bahwa olahraga bukan hanya milik kaum laki-laki. Perempuan juga memiliki kesempatan, kemampuan, dan potensi untuk berprestasi serta mengharumkan nama daerah.








