banner 728x90
Daerah  

Tanpa Bantuan Pemerintah, Boru Tiras Gelontorkan Rp1,8 Miliar Bangun Kandang 5.000 Bebek di Pelalawan

Img 20260201 Wa0076
banner 120x600

PELALAWAN, Warta merdeka.com – Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan minimnya dukungan pemerintah, sosok Boru Tiras tampil sebagai penggerak ekonomi mandiri di Dusun Tadik Indah, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Img 20260201 Wa0077

Berlokasi di Simpang Basrah, usaha kandang bebek bertelur kering milik Boru Tiras dibangun sepenuhnya dari modal pribadi tanpa bantuan pemerintah. Hal ini diungkapkannya saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Img 20260201 Wa0075

“Saya sudah menghabiskan modal sekitar Rp1 miliar 800 juta untuk membangun usaha ternak bebek bertelur ini,” ujar Boru Tiras.

 

Ia menjelaskan, usaha tersebut saat ini mengelola 5.000 ekor bebek bertelur yang didatangkan langsung dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Untuk menunjang produksi, dibangun lima kandang, dengan kebutuhan lahan mencapai satu hektare.

 

Tak hanya itu, Boru Tiras juga membangun dua unit rumah layak huni untuk keluarga pekerja yang menetap dan mengelola ternak. Biaya pembangunan rumah dan perlengkapan tempat tinggal tersebut disebut berada di luar modal utama Rp1,8 miliar.

 

Usaha ternak bebek bertelur kering ini telah berjalan selama enam bulan. Saat ini, produksi telur sudah mulai berjalan meski belum sepenuhnya merata di seluruh populasi bebek.
“Alhamdulillah sudah mulai panen, walau belum semuanya bertelur,” katanya.

 

Lebih dari sekadar bisnis, Boru Tiras menegaskan bahwa tujuan utama usaha ini adalah membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar Desa Segati.

 

“Saya ingin usaha ini bisa membantu masyarakat sekitar, mengurangi pengangguran, dan memberi peluang kerja bagi warga di sini,” tutupnya.

Langkah Boru Tiras menjadi bukti bahwa kemandirian dan keberanian berinvestasi di sektor peternakan mampu menciptakan dampak ekonomi nyata di daerah, sekaligus menjadi contoh inspiratif bagi pelaku usaha lokal lainnya.

 

Editor: AN